Sabtu, 24 September 2016

MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Belajar merupakan aktivitas manusia yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, sejak lahir sampai akhir hayat manusia tidak pernah lepas dari proses belajar. Dimulai dari lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah  manusia selalu dituntut untuk terus belajar . Sekolah adalah suatu wadah yang paling erat hubungannya dengan kegiatan pembelajaran. Apabila proses dan hasilnya baik, maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran juga baik. Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan guru. Jika model pembelajarannya menarik dan terpusat pada siswa (student-centered learning) maka motivasi dan perhatian siswa akan meningkat  dan selanjutnya kualitas pembelajaran juga dapat meningkat.
Minat belajar adalah suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam tercapainya kualitas pembelajaran maupun hasil belajar siswa. Usaha peningkatan minat belajar siswa terkait erat dengan pelaksanaan pembelajaran. Metode merupakan salah satu komponen dalam pembelajaran yang berada di bawah control guru, artinya bahwa guru mempunyai wewenang penuh untuk memilih metode yang tepat agar tercapai tujuan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran karena metode yang kurang tepat akan menjadikan pembelajaran seperti sebuah pemaksaan, monoton dan materi tidak tersampaikan dengan baik.

Jumat, 16 September 2016

MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI




BAB I
PENDAHULUAN

    Latar Belakang
Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Dalam prakteknya, kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. Oleh karena itu, dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa, sifat materi bahan ajar, fasilitas-media yang tersedia, dan kondisi guru itu sendiri.

Minggu, 04 September 2016

Pembelajaran Bersiklus (Learning Cycle)



A.    Pendahuluan
Pembaharuan pendidikan atau inovasi pendidikan adalah konsep yang sering didengar dalam dunia pendidikan Indonesia. Hal ini pula yang sejak lama sudah didambakan oleh masyarakat. Usaha ke arah pembaharuan pendidikan dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan berbagai cara, antara lain melalui pengubahan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan zaman (Fajaroh, 2003). Perubahan kurikulum telah terjadi beberapa kali, dan perubahan paling akhir adalah sesuai Peraturan Mendiknas ditetapkan kurikulum operasional Tingkat Satuan Pendidikan atau sekarang disebut sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Pendidikan dikatakan bermutu apabila proses pembelajaran berlangsung secara efektif, peserta didik (siswa) memperoleh pengalaman yang bermakna bagi dirinya, dan produk pendidikan merupakan individu-individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Selain itu peserta didik berbeda dalam berbagai hal, terutama intelegensinya. Intelegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif. Banyak siswa yang prestasi belajarnya kurang bukan disebabkan oleh kemampuan intelegensi yang belum optimal. Namun hal ini lebih disebabkan kemampuan berfikir untuk memanfaatkan apa yang mereka ketahui atau disebut juga dengan kemampuan metakognisi, kurang berkembang.

Kamis, 01 September 2016

MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI)



PENDAHULUAN

Dalam kesempatan ini saya akan membuat makalah tentang model pembelajaran group investigation, saya buat guna untuk memenuhi tugas mandiri mata kuliah model-model pembelajaran. Secara garis besar model pembelajaran ini bersifat kelompok. Ide model pembelajaran geroup investigation bermula dari perpsektif filosofis terhadap konsep belajar, menulis sebuah buku Democracy and Education (Arends, 1998). Dalam buku itu, Dewey menggagas konsep pendidikan, bahwa kelas seharusnya merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan nyata.
Dalam model pembelajaran ini lebih ditekankan pada prosesnya, karena dalam prosesnya tersebut ada unsur-unsur penting dalam penilaian sebagai uji coba peerapan model pembelajaran group investigation. Model investigasi kelompok merupakan model pembelajaran yang melatih para siswa berpartisipasi dalam pengembangan sistem sosial dan melalui pengalaman, secara bertahap belajar bagaimana menerapkan metode ilmiah untuk meningkatkan kualitas masyarakat. model ini merupakan bentuk pembelajaran yang mengkombinasikan dinamika proses demokrasi dengan proses inquiry akademik. melalui negosiasi siswa-siswa belajar pengetahuan akademik dan mereka terlibat dalam pemecahan masalah sosial. dengan demikian kelas harus menjadi sebuah miniatur demokrasi yang menghadapi masalah-masalah dan melalui pemecahan masalah, memperoleh pengetahuan dan menjadi sebuah kelompok sosial yang lebih efektif.