Minggu, 17 April 2016

MODEL PEMBELAJARAN SCREMBLE


BAB I
PENDAHULUAN

Model pembelajaran merupakan salah satu pendekatan dalam rangka mensiasati perubahan perilaku peserta didik dan sangat erat kaitannya dengan gaya belajar peserta didik (learningstyle) dan gaya mengajar guru (teaching style) atau style learning and teaching (Hanafiah danSuhana,2009:41).
Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas maupun tutorial dan sebagai kerangka konseptual kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar (Suprijono 2010:46). Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran dimaksudkan sebagai pola interaksi siswa dengan guru didalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam proses pembelajaran didalam kelas. Model pembelajaran adalah suatu upaya atau usaha membelajarkan peserta didik agar suasana dan kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik dan tidak membosankan.

Jumat, 15 April 2016

MODEL PEMBELAJARAN K.U.A.S.A.I



BAB I
PENDAHULUAN
    Pendidikan merupakan kebutuhan primer pada saat ini, apalagi sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya pendidikan dalam menata masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu setiap negara senantiasa berusaha memajukan bidang pendi-dikan, disamping bidang yang lain dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan berkualitas serta berusaha mengejar kemajuan negara lain.

Kamis, 14 April 2016

MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam meningkatkan taraf  hidup  lebih baik dan berbudaya dalam kehidupannya. Dalam dunia pendidikan guru sebagai salah satu ujung tombak dalam keberhasilan suatu pendidikan. Untuk itu perlu adanya penigkatan kualitas guru dalam membawakan materi ajar. Baik berupa cara menyampaikan ataupun materi yang akan di sampaiakan. Untuk itu saya membuat makalah ini berharap bias digunakan oleh guru-guru untuk meningkatkan dirinya dalam menyampaikan materi sehingga tidak terjadi kebosanan dalam mengajar

Rabu, 13 April 2016

MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY



BAB I
PENDAHULUAN

Pendidikan adalah usaha yang sadar yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Suatu komunikasi sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika karena matematika bukan sekedar alat bantu untuk menemukan pola, menyelesaikan masalah atau mengambil kesimpulan, tetapi matematika juga merupakan alat untuk megkomunikasikan berbagai ide atau gagasan. Selain itu matematika juga merupakan aktivitas sosial, wahana interaksi antar siswa, dan sebagai alat komunikasi antara guru dengan siswa.
Mentransfer konsep melalui informasi atau ceramah belum tentu menghasilkan konsep yang jelas secara keseluruhan, terkadang justru bisa menimbulkan salah konsep. Oleh Karena itulah, diperlukan sebuah metode yang bisa meningkatkan pemahaman siswa dalam bidang Matematika dan menimbulkan suatu komunikasi matematika.
Salah satu upaya untuk membangun komunikasi matematika siswa adalah melalui penerapan model pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berinteraksi satu sama lain  dan lebih aktif adalah odel pembelajaran kooperatif. Dalam model pembelajaran kooperatif ini siswa dituntut untuk aktif mengkomunikasikan gagasan matematis kepada teman sekelompok maupun kepada guru. Model pembelajaran kooperatif memiliki beberapa tipe. Salah satu tipe model pembelajarn kooperatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah tipe Two Stay Two Stray.

Selasa, 12 April 2016

MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING


BAB I
PENDAHULUAN
Model pembelajaran merupakan suatu pola atau rencana yang dilakukan untuk mengorganisir unsur-unsur (komponen-komponen) pembelajarn. Model pembelajaran dalam penerapannya secara umum bercirikan lima hal : sintaksis, hubungan guru-murid (prinsip reaksi guru), sistem sosial,  penunjang (sistem pendukung). Proses belajar mestinya berjalan menyenagkan untuk anak-anak didik. Quantum Teaching merupakan strategi belajar yang bisa digunakan oleh siapa saja selain siswa dan guru karena memberikan gambaran untuk mendalami apa saja dengan cara mantap dan berkesan. Caranya, seorang pembelajar harus mengetahui terlebih dahulu gaya belajar, gaya berpikir, dan situasi dirinya. Dengan begitu, pembelajar akan dengan cepat mendalami sesuatu. Banyak orang yang telah merasakan hasilnya setelah mengkaji sesuatu dengan cara Quantum Teraching. Segalanya dapat dengan mudah, cepat, dan mantap dikaji dan didalami dengan suasana yang menyenangkan. Dalam makalah ini akan dijelaskan lebih lanjut tentang model pembelajaran Quantum TeachiNg yaitu pengertian, prinsip-prinsip, strategi dan karakteristik serta kelebihan dan kekurangan dari model pembelajaran ini.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Quantum Teaching
 Quantum Teaching pertama kali dipakai oleh Bobbi Deporter. Mulai dipraktekkan pada tahun 1992. Dengan mengilhami yang terkenal dalam fisika Kuantum yaitu masa kali percepatan cahaya kuadrat sama dengan energy. Dari rumusan itulah dapat didefinisikan bahwa Kuantum adalah sebuah interaksi yang mengubah energy menjadi cahaya. Dengan demikian, Quantum Teaching berarti pengubahan belajar yang meriah dengan segala nuansannya yang menyertakan segala Kaitan, Interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan moment belajar dalam kelas. Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Sehingga dapat mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Segala hal yang dilakukan dalam kerangka Quantum Teaching yaitu setiap interaksi dengan siswa dibangun diatas prinsip “Bawalah dunia mereka ke dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia mereka”. Hal ini mengingatkan kita pada pentingnya memasuki dunia murid sebagai langkah pertama untuk mendapatkan hak mengajar.
Quantum Teaching diciptakan berdasarkan teori-teori pendidikan seperti Accelerated Learning (Loazanov), Multiple Intelligences (Gardner), Neuro-Linguistic programming (Grinder dan Bandler), , Experiential Learning (Hahn), Socratic Inqury, Cooperative Learning (Johnson dan Johnson), dan elements of effective interaction (Hunter). Quantum Teaching merangkaikan yang paling baik dari yang terbaik menjadi sebuah paket multisensory, multi kecerdasan dan kompatibel dengan otak, yang pasti akhirnya akan melejitkan kemampuan guru untuk mengilhami dan kemampuan murid untuk berprestasi. (Deporter, Mark, Sarah 2000:3-4)
Untuk menjadi seorang Quantun Teaching, maka seorang guru harus mampu mengorkestrasi pembelajaran sesuai dengan modalitas dan gaya para pengajarnya. Quantum Teaching juga harus mampu mengajarkan keterampilan hidup ditengah-tengah keterampilan akademis, mencetak atribut mental atau fisik atau spiritual para siswanya. Karena Quantum Teaching harus dapat mendahulukan interaksi dalam lingkungan belajar, memperhatikan kualitas interaksi antar pelajar, antara pelajar dan guru dan antara pelajar dan kurikulum. Selain itu Quantum Teaching juga diharapkan mampu menjalankan tujuh pedoman untuk presentasi yang sukses saat dalam proses pembelajaran. Diantaranya, adalah memahami secara spesifik apa yang guru inginkan terjadi dalam setiap bagian proses belajar, membangun kredibilitas dan membina hubungan yang baik dengan siswa, menyesuaikan pelajaran dengan kebutuhan mereka, mengubah keadaan siswa hingga mencapai keadaan target, melibatkan modalitas siswa, memanfaatkan ruangan dengan baik, dan menyampaikan pesan yang terbuka, jujur dan adil secara tulus dan kongruen.
Quantum Teaching  memiliki lima prinsip, atau kebenaran tetap. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
1.    Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh, dari kertas yang dibagikan hingga rancangan pelajaran , dari alat bantu mengajar sampai alat peraga, semuanya mengirim pesan tentang belajar.
2.     Segalanya Bertujuan
Semua yang terjadi dalam pengubahan mempunyai tujuan, semuanya.
3.     Pengalaman sebelum pemberian nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakan rasa ingin tahu, oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum memperoleh nama atau konsep yang akan dipelajari.
4.     Alat setiap usaha
Belajar matematika jelas mengandung resiko. Belajar terjadi melangkah keluar dari kenyamanan, maka mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
5.    Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan
Perayaan adalah serapan pelajaran sukses, perayaan atau pemberian penguatan akan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan emosi positif dalam belajar. (2000:7-8)
B.    Strategi Pembelajaran Quantum
a.    Mengorkestrasikan suasana yang menggairahkan
Suasana kelas adalah penentu psikologi utama yang mempengaruhi belajar akademis menurut Walberg dan Greenberg. Adapun kunci untuk membangun suasana tersebut adalah :
1)    Kekuatan Terpendan ( NIAT )
Niat guru atau kekuatan akan kemampuan sangat berpengaruh pada kemampuan itu sendiri untuk dapat memotivasi peserta didik pandangan guru akan lebih cepat.
2)    Jalinan Rasa Simpati dan Saling Pengertian
Dengan membangun jalinan rasa simpati dan saling pengertian dapat membangun jembatan menuju kehidupan dunia baru mereka, mengetahui minat kuat mereka dan berbicara dengan bahasa hati mereka.
3)    Keriangan dan Ketakjuban
Keriangan dan ketakjuban dapat membawa siswa siap belajar dan lebih mudah dan bahkan mengubah sikap negatif. Bentuk keriangan atau kegembiraan yang biasa digunakan adalah : tepuk tangan, tiga kali hore, wuus, jentikan jari, poster umum, catatan pribadi, persekongkolan, pengakuan kekuatan, kejutan, pujian pada teman sebangku, pernyataan afirmasi dan “wow”.


4) Rasa Saling Memiliki
Rasa saling memiliki akan mempercepat proses pengajaran dan meningkatkan rasa tanggungjawab peserta didik misalnya : tepuk, wow,sebelum memulai belajar, menepuk segmen, mengakhiri segmen tertentu.
5) Keteladanan
Memberi teladan adalah salah satu cara ampuh untuk membangun hubungan dan memahami orang lain serta akan menambahkan kekuatan kedalam pembelajaran. (2000:17)
b.    Mengorkestrasikan Landasan Yang Kukuh    
1) Tujuan Yang Sama
Tujuan yang sama yaitu mengembangkan kecakapan dalam mata pelajaran, menjadi pelajar yang lebih baik dan berinteraksi sebagai pemain tim.
2) Prinsip-Prinsip dan Nilai Yang Sama
Satu set prinsip tersebut adalah 8 kunci keunggulan yaitu : 1) Integritas (kejujuran), 2) kegagalan awal kesuksesan, 3) bicaralah dengan baik, 4) hidup disaat ini, 5) komitmen, 6) tanggung jawab, 7) sikap luwes, 8) kesinambungan.
3) Keyakinan Akan Kemampuan Pelajar, Belajar Dan Mengajar
Seorang guru harus yakin dengan kemampuan belajar siswanya. Mulailah mengajar dari sudut pandang bahwa guru biasa menjadi luar biasa, maka akan berpengaruh pada orang-orang disekitar khususnya peserta didik.
4) Kesepakatan, kebijakan, prosedur dan peraturan.
Kesepakatan : Lebih informal daripada peraturan, dan konkret untuk melancarkan jalannya pelajaran.
Kebijakan : Mendukung komunitas belajar
Prosedur : Memberitahu peserta didik apa yang diharapkan dan tindakan a2pa yang diambil. (2000:43)
c.    Mengorkestrasikan Lingkungan Yang Mendukung
1) Lingkungan Sekeliling
Gunakan poster ikon ( simbol ), poster afirmasi ( motivasi dan gunakan warna )
2) Alat bantu yakni benda yang mewakili gagasan
3) Pengaturan bangku
Misalkan mengatur bangku menjadi bentuk setengah lingkaran untuk diskusi kelompok besar yang dipimpin oleh seorang fasilitator.
4) Tumbuh, aroma, hewan peliharaan dan unsur organik lain dikondisikan dengan serasi.
5) Musik
Musik membantu pelajar bekerja lebih baik dan mengingat lebih banyak, merangsang, meremajakan, dan memperkuat belajar baik secara sadar maupun tidak sadar. (2000 : 63)
d.    Mengorkestrasikan Perencanaan Pengajaran Yang Dinamis
1) Dari dunia mereka ke dunia kita
Maksudnya seorang guru harus mampu menjembatani jurang antara dunia siswa dengan dunia gurunya. Hal ini memudahkan guru membangun jalinan antara guru dengan siswa.
2) Modalitas Vak ( Visual Auditorial Kinestik )
a. Visual, ciri-ciri : Teratas, memperhatikan segala sesuatu, menjaga penampilan, mengingat dengan gambar, lebih suka membaca daripada dibacakan, membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh untuk meningkatkan daya serap membutuhkan untuk dilihat dan diamati senang.
b. Auditorial, ciri-ciri : Perhatian mudah pecah, berbicara dengan pola berirama, belajar dengan cara mendengarkan, dan bersuara saat membaca untuk meningkatkan daya serat menggunakan suara seperti nyanyian, puisi bahkan diskusi.
c. Kinestik, ciri-ciri : mudah Mengingat dan ungkapan wajah banyak bergerak atau  belajar langsung dengan mengerjakan, senang dengan kegiatan fisik untuk meningkatkan daya serap, memudahkan media, senang dengan kegiatan fisik untuk meningkatkan daya serap, memudahkan media yang dapat dipegang dan disentuju langsung.
3) Kecerdasan Berganda bertemu Slum-n-Bil
Kecerdasan yang dimaksud di sini adalah special visual, linguistic verbal, interpersonal, musical ritmik, naturalis badan kinestik dan logis matematika. Tetapi seorang guru harus keluar dari zona nyaman dalam mengajar dan merancang pengajaran siswa harus diberi kesempatan mengatur kecerdasan sesuai dengan potensinya.
4) Penggunaan Metafora, perumpamaan dengan sugesti
Metafora dapat membantu menghidupkan konsep-konsep yang dapat terlupakan memunculkannya ke dalam otak secara mudah dan cepat. Perumpamaan akan memudahkan siswa untuk lebih mengerti susegti memiliki kekuatan mendalam.(2000:81)
C.    Karakteristik Model Quantum
1.    Sinakmatik
Agar proses pembelajarn dengan model quantum teaching ini dapat benar-benar sedinamis mungkin. Maka, perlu melalui tahap- tahapan di bawah ini yang sering dikenal sebagai kerangka rancangan quantum teaching TANDUR yaitu :
?    Tahap pertama: Tumbuhkan
Pada langkah ini guru harus menumbuhkan motivasi dan semangat belajar siswa. Dan memberi tahu siswa bahwa merekalah yang bertanggung jawab atas pendidikan mereka sendiri, mengaitkan pelajarn dengan masa depan dan berguna dalam dunia nyata. Sehingga mereka tahu apa manfaat dari apa yang sedang mereka pelajari bagi diri mereka biasannya dikenal dengan AMBAK (Apa Manfaatnya Bagiku).
?    Tahap Kedua : Alami
Guru memberika pengalamn kepada siswa dan memanfaatkan hasrat alami otak untuk menjelajah. Dan ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajaran
?    Tahap Ketiga : Namai
Setelah membuat siswa penasaran, penuh pertanyaan mengenai pengalaman mereka, maka penamaan dapat memuaskan keingintahuan siswa. Penamaan memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan, dan mendefinisikan. Penamaan merupakan informasi, fakta, rumus, pemikiran, tempat dan sebagainya. Guru menyediakn kata kunci, konsep, model, rumus, strategi dan sebuah masukan.
?    Tahap Keempat : Demonstrasi
Guru diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu. Guru memberikan peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan mereka ke dalam pembelajaran yang lain dan kedalam kehidupan mereka serta mampu mempergerakan tingkat kecakapan mereka dengan pengetahuan ynag baru saja mereka miliki.
?    Tahap Kelima : Ulangi
Siswa diberi kesempatan untuk mengajarkan pengetahuan baru mereka kepada orang lain. Tentunya, dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku tahu ini”. Dan tentunya menunjukan pelajar cara-cara mengulang materi yang telah dibahas.
?    Tahap Keenam: Rayakan
Pada langkah terakhir ini, saatnya untuk memberikan penghormatan atas usaha, keberhasilan dan ketekunan yang dilakukan dengan perayaan. Hal ini akan memperkuat kesuksesan dan memberi motivasi siswa. Perayaan disini dapat dilakukan dengan memberikan pujian, bernyanyi, bermain tepuk, pesta kelas, dll.   (2000 : 10)
2.     Prinsip-prinsip reaksi
Prinsip-prinsip reaksi dalam model pembelajaran ini diantaranya adalaha.
a.    Guru mendekati siswa dan menciptakan AMBAK (Apa Manfaatnya BagiKu) dan memupuk sikap juara pada siswa. Sehingga siswa memahami bahwa kegagalan itu keberhasilan yang tertunda
b.    Guru memberikan lingkungan belajar yang tepat agar siswa mampu berinteraksi
c.    Mmberikan kesempatan siswa untuk memanfaatkan keterampilan yang mereka miliki dan berfikir kreatif dalam segala situasi.
d.    Guru harus mengetahui karakteristik masing-masing siswanya baik itu visual,auditorial atau kinestetik. Agar pembelajaran dapat diterima baik oleh siswa meski mereka mempunyai karakteristik yang berbeda.
e.    Merayakan keberhasilan yang telah dilakukan oleh siswa saat mereka mampu menyelesaikan tugasnya. Hal ini akan memacu motivasi dan kepercayaan diri siswa.
3.    System Pendukung
Sarana yang dibutuhkan dalam model pembelajaran ini berbeda-beda, tergantung pada fungsi dari pembelajaran itu sendiri. Jika pembelajaran itu berhubungan dengan kontra akademik, maka sumber-sumber yang sesuai harus tersedia. Namun jika pembelajaran itu berbicara tentang penyuluhan terhadap masalah perilaku, maka tidak diperlukan sumber, tapi cukup dengan keterampilan guru dalam menyuluh
Berdasarkan dua kasus tersebut, maka untuk mengatasinya diperlukan adanya susunan ruang yang memungkinkan untuk pelaksanaan pembelajaran dengan metode ini. Sehingga kapanpun siswa dapat mengubah posisi duduk mereka sesuai dengan kondisi. Dan hal ini akan memudahkan siswa untuk merealisasikan masalah secara tepat dan memadai tanpa diburu-buru oleh waktu. Selain itu, alunan musik juga dapat mendukung konsentrasi siswa dalam belajar. Serta membuat siswa lebih rileks saat menerima pelajaran.
D.    Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran
?    Kelebihan model pembelajaran :
1.    Dapat membimbing peserta didik kearah berfikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama
2.    Quantum Teaching lebih melibatkan siswa, maka saat proses pembelajaran perhatian murid dapat dipusatkan kepada hal-hal yang dianggap penting oleh guru, sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti
3.    Gerakan dan proses dipertunjukan maka tidak memerlukan keterangan-keterangan yang banyak.
4.    Proses pembelajaran menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
5.    Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan dapat mencoba melakukannya sendiri
6.    Model pembelajaran Quantum Teaching membutuhkan kreativitas dari seorang guru untuk merangsang keinginan bawaan siswa untuk belajar, maka secara tidak langsung guru terbiasa untuk berfikir kreatif setiap harinya
7.    Pelajaran yang diberikan oleh guru mudah diterima atau dimengerti oleh siswa.
?    Kekurangan Model Pembelajaran :
1.    Model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain
2.    Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik
3.    Dalam metode ini ada perayaan untuk menghormati usaha seseorang siswa baik berupa tepuk tangan, jentikan jari, nyanyian dll. Maka dapat mengganggu kelas lain
4.    Banyak memakan waktu dalam hal persiapan
5.    Model ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang hal itu, proses pembelajaran tidak akan efektif
6.    Agar belajar dengan model pembelajaran ini mendapatkan hal yang baik diperlukan ketelitian dan kesabaran. Namun kadang-kadang ketelitian dan kesabaran itu diabaikan. Sehingga apa yang diharapkan tidak tercapai sebagaimana mestinya.




BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa Quantum Teaching adalah penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya yang menyertakan segala kaitan interaksi, dan perbedaan yang memaksimalkan belajar. Cara yang tepat untuk menerapkan model pembelajaran ini adalah dengan Kerangka Rancangan Belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR.
Proses pembelajaran dibuat sedemikian rupa sehingga pembelajaran tidak tersa menbosankan. Namun sebaliknya, menjadi nyaman dan menggairahkan minat dan motivasi siswa. Yaitu dengan membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Memberikan kesempatan tiap kelompok untuk terlibat langsung dengan pembelajaran dari guru. Kemudian menyuruh siswa mempraktekannya kembali dan selanjutnya menyimpulkan apa yang sedang dipelajari. Setelah siswa selesai menyimpulkan kemudian melakukan perayaan untuk menghargai usaha yang telah dilakukan oleh siswa
Perayaan dalam hal ini, adalah bukan perayaan yang penuh kemewahan. Namun, yang dimaksud perayaan disini adalah suatu penghargaan saja. Biasanya pujian untuk memotivasi, tepuk tangan, memberikan selamat, jentikan jari, nyanyian dan lain-lain.




DAFTAR PUSTA
Deporter Bobbi, Reardon Mark, Nourie-Singer  Sarah. 2000. Quantum Teaching. Bandung: Mizan Media Utama.
Nggermanto Agus. 2005. Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum). Bandung: Nuansa.
http://eduadventure.blogspot.com/2012/2/05/model-pembelajaran-quantum.

Senin, 11 April 2016

MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING

BAB I
PENDAHULUAN

Model pembelajaran sebagai suatu strategi pembelajaran yang di gunakan oleh para pengajar, dimana dengan adanya model pembelajaran tersebut akan mempermudah siswa memahami  materi yang di ajarkan oleh gurunya dan sebagai suatu inovasi pembelajaran di Indonesia, yang dimana pada waktu dulu kegiatan pembelajaran yang lebih mendominasi adalah pengajarnya, dengan adanya model pembelajaran yang berkembang di Indonesia sekarang ini   yang mendominasi KBM tidak hanya gurunya saja melainkan siswa juga terlibat secara aktif dalam kegiatan KBM.
Model pembelajaran yang berkembang  di Indonesia sekarang ini sudah banyak dan salah satunya adalah model pembelajaran MIND MAPPING, dan di makalah ini akan di bahas lebih lanjut lagi mengenai model pembelajaran MIND MAPPING.