Selasa, 13 Juni 2017

CONCEPT SENTENCE



PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Negara yang maju adalah Negara yang pendidikannya maju pula, dan demikian sebaliknya. Jadi pendidikan menopang kemajuan bangsa itu. Itulah sebabnya mutu pendidikan yang rendah menjadi keprihatinan bangsa secara keseuruhan, bukan hanya kalangan tertentu yang terlibat dalam proses pendidikan.Dunia pendidikan sebagai ruang bagi peningkatan kapasitas anak bangsa haruslah dimulai dengan sebuah cara pandang bahwa pendidikan adalah bagian untuk mengembangkan potensi, daya pikir dan daya nalar serta pengembangan kreatifitas yang dimiliki. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subjek yang semakin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri dan profesional pada bidangnya masing-masing.

Proses pembelajaran memerlukan suatu strategi pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Secara khusus dalam proses pembelajaran guru berperan sebagai pengajar, pembimbing, perantara sekolah dengan masyarakat, administrator dan lain-lain. Untuk itu wajar bila guru memahami dengan segenap aspek pribadi anak didik seperti: (1) kecerdasan dan bakat khusus, (2) prestasi sejak permulaan sekolah, (3) perkembangan jasmani dan kesehatan, (4) kecenderungan emosi dan karakternya, (5) sikap dan minat belajar, (6) cita-cita, (7) kebiasaan belajar dan bekerja, (8) hobi dan penggunaan waktu senggang, (9) hubungan sosial di sekolah dan di rumah, (10) latar belakang keluarga, (11) lingkungan tempat tinggal, dan (12) sifat-sifat khusus dan kesulitan belajar anak didik. Usaha untuk memahami anak didik ini bisa dilakukan melalui evaluasi, selain itu guru mempunyai keharusan melaporkan perkembangan hasil belajar para siswa kepada kepala sekolah, orang tua, serta Instansi yang terkait.
Kemampuan siswa untuk mengerjakan tugas dapat dilihat dari pemberian tugas mandiri. Ketika diberi tugas mandiri hanya setengah dari jumlah siswa yang membuat tugas tersebut. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa masih kurangnya motivasi siswa untuk mengerjakan tugas mandiri. Kurangnya motivasi siswa untuk mengerjakan tugas mandiri disebabkan karena kurangnya pemahaman siswa terhadap materi-materi yang disajikan oleh guru.
Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang digunakan yaitu metode ceramah  yang hanya melibatkan guru secara aktif dan kurangnya keaktifan siswa dalam memahami materi yang disajikan dengan cara berpikir mereka sendiri. Metode “Consept Sentence” adalah cara untuk memecahkan masalah yang dihadapi siswa SMP ataaupun SMA. Metode consept sentence memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpikir dan memahami materi dalam pelajaran Matematika dengan bantuan kata-kata kunci. Kata-kata kunci yang diberikan kepada siswa kemudian dirancang oleh siswa hingga membentuk beberapa kalimat ini diharapkan dapat meningkatkan daya serap berpikir siswa terhadap materi yang diberikan. Dengan penggunaan metode consept sentence, keaktifan guru dan siswa pun akan berjalan seimbang.









PEMBAHASAN
A.    Pengertian Model Pembelajaran Concept Sentence
Menurut Joyce dan Weil “Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain”. Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok  kecil untuk saling berinteraksi.
Dalam hal ini akan di bahas mengenai model pembelajaran concept sentence. Model pembelajaran concept sentence merupakan pengembangan dari model kooperatif learning.
Dalam model pembelajaran kooperatif learning sendiri memiliki pengertian “Pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok  kecil untuk saling berinteraksi. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen“.
Teori yang melandasi pembelajaraan kooperatif adalah teori Konstrukstivisme. Pada dasarnya pendekatan teori konstruktivisme dalam belajar adalah suatu pendekatan dimana siswa harus secara individual menemukan dan mentransformasikan informasi yang kompleks, memeriksa informasi dengan aturan yang ada dan merevisinya bila perlu (pendapat Soejadi yang dikutip oleh Teti Sobari dalam buku Model-model pembelajaran, 2011:2012).
Pada hakikatnya cooperative learning sama dengan belajar kelompok karena banyak guru yang beranggapan telah biasa melakukan pembelajaran kooperatif dalam bentuk belajar kelompok. Meskipun tidak semua belajar kelompok bisa disebut cooperative learning, seperti dijelaskan Abdulhak yang dikutip oleh Rusman (2011:203) bahwa “pembelajaran kooperatif dilaksanakan melalui sharing proses antara peserta belajar, sehingga dapat mewujudkan pemahaman bersama diantara peserta belajar itu sendiri”.
Pembelajaran kooperatif tidak sama dengan dengan sekedar belajar kelompok. Ada unsur dasar pembelajaran kooperatif yang membedakan dengan pembelajaran kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prinsip dasar pokok sistem pembelajaran kooperatif dengan benar akan memungkinkan guru mengelola kelas dengan lebih efektif. Dalam pembelajaran kooperatif proses pembelajaran tidak harus belajar dari guru kepada siswa. Siswa dapat membelajarkan sesama siswa lainnya. Pembelajaran oleh rekan sebaya (peerteaching) lebih efektif dari pada pembelajaran oleh guru.
Mengapa pembelajaran kooperatif perlu? Karena dalam situasi belajar sering terlihat sifat individualistis siswa. Siswa cenderung berkompetisi secara individual, bersikap tertutup terhadap teman, kurang memberi perhatian terhadap teman sekelas, bergaul hanya dengan orang tertentu, ingin menang sendiri dan sebagainya. Jika keadaan ini dibiarkan maka akan menimbulkan dampak yang buruk terhadap para siswa. Pembelajaran kooperatif banyak digunakan dan menjadi perhatian serta dianjurkan oleh para ahli pendidikan. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Slavin (1995) dinyatakan bahwa:
1)        Penggunaan kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan sekaligus dapat meningkatkan hubungan sosial, menumbuhkan sikap toleransi dan menghargai pendapat orang lain.
2)        Pembelajaran kooperatif dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam berpikir kritis, memecahkan masalah dan mengintegrasikan pengetahuan dengan pengalaman. Dengan alasan tersebut pembelajaran kooperatif diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran.


Ada dua komponen pembelajaran kooperatif, yaitu:                                 
1)        Kerja sama (Cooperative task), yaitu yang berkenaan dengan suatu hal yang menyebabkan anggota kelompok kerjasama dalam menyelesaikan tugas yang telah diberikan.
2)        Struktur insentif kerja sama (cooperative incentive structure), merupakan sesuatu hal yang membangkitkan motivasi siswa untuk untuk melakukan kerjasama dalam rangka mencapai tujuan kelompok tersebut.
Pendapat Sanjaya dalam  Rusman (2011:206) bahwa Pembelajaran kooperatif akan efektif digunakan apabila:
1)      Guru menekankan pentingnya usaha bersama disamping usaha secara individual.
2)      Guru menghendaki pemerataan perolehan hasil dalam belajar.
3)      Guru ingin menanamkan tutor sebaya atau belajar melalui teman sendiri.
4)      Guru menghendaki adanya pemerataan partisipasi aktif siswa.
5)      Guru menghendaki kemampuan siswa dalam memecahkan berbagai permasalahan.
Karakteristik dari pembelajaran kooperatif  adalah proses pembelajaran yang lebih menekankan kerja sama dalam kelompok. Pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan dalam beberapa perspektif, yaitu:
1)        Perspektif motivasi artinya penghargaan yang diberikan kepada kelompok yang dalam kegiatannya saling membantu untuk keberhasilan kelompok.
2)        Perspektif sosial artinya melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar, karena mereka menginginkan semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan.
3)        Perspektif perkembangan kognitf artinya dengan adanya interaksi antara anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai informasi.

Karakteristik atau ciri-ciri pembelajaran kooperatif, antara lain:
1)        Pembelajaran Secara Tim
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dilakukan secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat setiap siswa belajar. Setiap anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.
2)        Didasarkan Pada Manajemen Kooperatif
a.    Manajemen sebagai perencanaan pelaksanaan menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukan. Misalnya tujuan apa yang harus dicapai bagaimana cara mencapainya,apa yang harus digunakan untuk mencapai tujuan dll.
b.    Manajemen sebagai organisasi, menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif.
c.    Manajemen sebagai kontrol, menunjukan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui bentuk tes maupun nontes.
3)        Kemauan Untuk bekerja Sama
Prinsip kebersamaan atau kerja sama perlu ditekankan dalam pembelajaran kooperatif  karena tanpa kerja sama yang baik pembelajaran kooperatif tidak akan mencapai hasil yang optimal. Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan kelompok.
4)        Keterampilan Bekerja Sama
Kemampuan bekerja sama itu dipraktikan melalui aktivitas dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Oleh karena itu, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Unsur-unsur dasar pembelajaran koopertif adalah sebagai berikut:
a.         Siswa dalam kelompoknya harus beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama.
b.         Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya, seperti milik mereka sendiri.
c.         Siswa haruslah melihat bahwa semua amggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.
d.        Siswa harus membagi tugas dan mempunyai tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.
e.       Siswa dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang sama untuk semua anggota kelompok.
f.       Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selam proses belajarnya.
g.      Siswa diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.
Mengenai model pembelajaran concept sentence yang di kembangkan dari model pembelajaran kooperatif  learning, ada beberapa pendapat mengenai definisi dari model pembelajaran concept sentence, diantaranya yaitu:
1.      Model Concept Sentence adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan kartu-kartu yang berisi beberapa kata kunci kepada siswa, kemudian kata kunci-kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan dikembangkan menjadi paragraf-paragraf (Kiranawati: 2008).
2.      Metode concept sentence adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan kartu-kartu yang berisi beberapa kata kunci kepada siswa, kemudian kata kunci-kata kunci tersebut disusun menjadi beberapa kalimat dan dikembangkan menjadi paragraf-paragraf (Kiranawati: 2008). Metode ini dilakukan dengan siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan
3.      Metode consept sentence merupakan metode pembelajaran yang diawali dengan menyampaikan kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci, sesuai materi bahan ajar, dan tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci (Guruclub: 2008). Prosedur selanjutnya dalam pembelajaran ini adalah mempresentasikan hasil belajar secara bergantian di depan kelas.
4.      Metode consept sentence adalah metode pembelajaran yang diawali dengan langkah menyampaikan kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci, sesuai materi bahan ajar, tiap kelompok membuat kelompok berdasarkan kata kunci (Erman: 2009).

Dari pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode consept sentence adalah metode pembelajaran dengan cara memberikan kartukartu yang berisi kata kunci untuk dibuat kalimat-kalimat, yang selanjutnya disusun menjadi sebuah paragraf. Pada setiap kata kunci dibuat minimal empat kalimat.
Model ini dilakukan dengan siswa dibentuk kelompok heterogen dan membuat kalimat dengan minimal 4 kata kunci sesuai materi yang disajikan.
Model Concept Sentence merupakan model pembelajaran yang diawali dengan menyampaikan kompetensi, sajian materi, membentuk kelompok heterogen, guru menyiapkan kata kunci, sesuai materi bahan ajar, dan tiap kelompok membuat kalimat berdasarkan kata kunci (Guruclub: 2008). Prosedur selanjutnya dalam pembelajaran ini adalah mempresentasikan hasil belajar secara bergantian di depan kelas.
B.     Prinsip-Prinsip/ Ciri-Ciri Model Pembelajaran Complete Sentence
Prinsip-princip/ cirri-ciri dari model pembelajaran concept sentence, yaitu:
a.       Soal yang disampaikan berupa kalimat yang belum lengkap, sehingga makna/ arti kalimat tersebut belum dapat dimengerti
b.       Kalimat yang banyak dan saling berkaitan dalam sebuah paragrap, dan belum sempurna serta belum dimengerti maknanya
c.       Kalimat dapat dilengkapi dengan pilihan kata yang disediakan
d.      Harus diisi dengan kata-kata tertentu, misal istilah keilmuan/ kata asing
e.        Jawaban dari kalimat yang belum lengkap itu sudah disediakan

C.    Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Concept Sentence
1.      Kelebihan Model Concept Sentence
Terdapat beberapa kelebihan metode pembelajaran concept sentence. Kelebihan metode concept sentence tersebut meliputi:
1.      meningkatkan semangat belajar siswa
2.      membantu terciptanya suasana belajar yang kondusif
3.      memunculkan kegembiraan dalam belajar
4.      mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif
5.      mendorong siswa untuk memandang susuatu dalam pandangan yang berbeda
6.      memunculkan kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik
7.       memperkuat kesadaran diri
8.      lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran
9.      siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai (Kiranawati: 2008).
Dari kelebihan-kelebihan diatas dapat dijelaskan:
 Pertama, Meningkatkan semangat belajar siswa. Dengan metode pembelajaran ini diharapkan semangat belajar siswa meningkat. Dengan metode baru siswa menjadi lebih bersemangat, karena kebanyakan siswa menyukai dan tertarik dengan hal-hal baru.
Kedua, Membantu terciptanya suasana belajar yang kodusif. Dengan metode pembelajaran concept sentence kondisi kelas menjadi terkendali dan suasana belajar pun menjadi kondusif. Dengan suasana belajar yang kondusif penyerapan materi pembelajaran menjadi baik. Hal ini tentu saja meningkatkan hasil pembelajaran siswa.
Ketiga, Memunculkan kegembiraan dalam belajar. Metode pembelajaran concept sentence menimbulkan suasana yang gembira dan menyenangkan dalam belajar. Pada metode ini pembelajaran dikemas seperti sebuah permainan kuis sehingga siswa menjadi lebih senang dan bergembira.
Keempat, Mendorong dan mengembangkan proses berpikir kreatif. Metode pembelajaran concept sentence ini dapat mendorong dan mengembangkan proses berpikir kritis dan kreatif. Siswa dituntut untuk berpikir bagaimana menciptakan hal-hal baru yang menarik dan hebat. Dengan begitu, siswa menjadi termotivasi untuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Hal itu tentu saja berdampak positif pada hasil pembelajaran. Dengan motivasi tersebut siswa menjadi meningkat hasil pembelajarannya karena mereka cenderung aktif.
Kelima, Mendorong siswa untuk memandang sesuatu dalam pandangan yang berbeda. Metode pembelajaran concept sentence ini juga dapat mendorong siswa untuk memandang sesuatu dalam pandangan yang berbeda. Siswa menjadi bertambah wawasan dan pengetahuannya. Mereka akan terbiasa menyikapi segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda sehingga mereka tidak lagi kaku dalam menyikapi suatu permasalahan.
Keenam, memunculkan kesadaran untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan metode pembelajaran concept sentence, juga dapat memunculkan kesadaran siswa untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan pengalaman yang bermacam-macam siswa akan menjadi lebih baik.
Ketujuh, memperkuat kesadaran diri. Metode pembelajaran concept sentence ini juga dapat memperkuat kesadaran diri siswa. Mereka dengan sendirinya akan sadar dan dapat menentukan hal terbaik yang harus dilakukannya.
Delapan, lebih memahami kata kunci dari materi pokok pelajaran. Dengan metode pembelajaran concept sentence siswa menjadi lebih mudah dalam menerima dan memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Hal ini karena semua siswa benar-benar terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Tidak ada siswa yang pasif sehingga siswa benar-benar memahami materi pembelajaran.
Sembilan, siswa yang lebih pandai mengajari siswa yang kurang pandai. Dengan metode pembelajaran ini, siswa yang pandai dapat membantu mengajari siswa yang kurang pandai. Sifat egoisme dan individual sudah ditanggalkan berganti dengan sikap saling membantu dan kekeluargaan.

2, Kekurangan Model Pembelajaran Concept Sentence
Kekurangan dari Model Concept Sentence yaitu:
a.       Guru kurang kreatif dan inovasi dalam membuat soal
b.      Siswa kurang terpacu mencari jawaban karena hanya cukup menebak kata, karena biasanya hanya kata hubung.
c.       Kurang cocok untuk dipergunakan dalam setiap bidang studi.

D.    Langkah-Langkah Model Pembelajaran Concept Sentence
Dalam melaksanakan model concept sentence terdapat langkah-langkah yang perlu dilakukan (Kiranawati: 2008). Langkah-langkah dalam pembelajaran dengan model concept sentence meliputi:
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai
2.      Guru menyajikan materi terkait dengan pembelajaran secukupnya
3.       Guru membentuk kelompok yang anggotanya kurang lebih 4 orang secara heterogen
4.       Guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai dengan materi yang disajikan
5.      Setiap kelompok diminta untuk membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat
6.      Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh guru
7.       Siswa dibantu oleh guru memberikan kesimpulan.
E.     Aplikasi Model Pembelajaran Concept Sentence Pada Pembelajaran Matematatika Pada Materi Bilangan Bulat
Sebelum kalian mempelajari materi pada bab ini, sebaiknya kalian memahami kembali mengenai bilangan cacah, garis bilangan, kuadrat, akar pangkat dua, serta KPK dan FPB dari dua bilangan atau lebih. Pemahaman materi tersebut akan sangat bermanfaat dalam mempelajari materi bilangan bulat. Konsep yang akan kalian pelajari pada bab ini merupakan dasar untuk mempelajari bab selanjutnya di buku ini.

A. Bilangan Bulat
1. Pengertian Bilangan Bulat
Coba kalian ingat kembali materi di tingkat sekolah dasar mengenai bilangan cacah. Bilangan cacah yaitu 0, 1, 2, 3, .... Jika bilangan cacah tersebut digambarkan pada suatu garis bilangan, apa yang kalian peroleh? Seseorang berdiri di atas lantai berpetak. Ia memilih satu garis lurus yang menghubungkan petak-petak lantai tersebut. Ia berdiri di satu titik dan ia namakan titik 0.



 
  0        1        2       3        4
Garis pada petak di depannya ia beri angka 1, 2, 3, 4, .... Jika ia maju 4 langkah ke depan, ia berdiri di angka +4. Selanjutnya, jika ia mundur 2 langkah ke belakang, ia berdiri di angka +2. Lalu ia mundur lagi 3 langkah ke belakang. Berdiri di angka berapakah ia sekarang? Di angka berapa pulakah ia berdiri, jika ia mundur lagi 1 langkah ke belakang?
Perhatikan bahwa posisi 4 langkah ke depan dari titik nol (0) dinyatakan dengan +4. Demikian pula posisi 2 langkah ke depan dinyatakan dengan +2. Oleh karena itu, posisi 4 langkah ke belakang dari titik nol (0) dinyatakan dengan –4. Adapun posisi 2 langkah ke belakang dari titik nol (0) dinyatakan dengan –2. Pasangan-pasangan bilangan seperti di atas jika dikumpulkan akan membentuk bilangan bulat. Tanda + pada bilangan bulat biasanya tidak ditulis. Kumpulan semua bilangan bulat disebut himpunan bilangan bulat dan dinotasikan dengan B = {..., –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, ...}.
Bilangan bulat terdiri atas himpunan bilangan bulat negative {..., –3, –2, –1}, nol {0}, dan himpunan bilangan bulat positif {1, 2, 3, ...}.
Perhatikan Gambar 1.2. Kapal selam digunakan untuk kepentingan penjagaan, perang, dan operasi-operasi penyelamatan. Oleh karena itu, para penyelam dan kapten kapal selam perlu mengetahui tingkat kedalaman laut. Jika permukaan air laut dinyatakan 0 meter maka tinggi di atas permukaan laut dinyatakan dengan bilangan positif dan kedalaman di bawah permukaan laut dinyatakan dengan bilangan negatif. Misalnya, kedalaman 10 m di bawah permukaan laut ditulis –10 m.
(Berpikir kritis)
Diketahui suatu gedung berlantai 12. Dari gedung tersebut 3 diantaranya berada di bawah permukaan tanah. Tito berada di lantai terbawah, kemudian naik 7 lantai dengan lift. Di lantai berapakah ia berada di atas permukaan tanah? (Sumber: Ensiklopedi Matematika dan Peradaban Manusia, 2003)
 (Menumbuhkan kreativitas)
Perhatikan lingkungan ekitarmu. Amati kejadian/peristiwa yang merupakan penerapan bilangan bulat dalam kehidupan sehari-hari. Catat dan
deskripsikan hal itu. Hasilnya, ceritakan di depan kelas.





3. Letak Bilangan Bulat pada Garis Bilangan
Pada garis bilangan, letak bilangan bulat dapat dinyatakan sebagai berikut.

 

        5     4       3       2       -1     0     1      2      3      4      5     

Pada garis bilangan di atas, bilangan 1, 2, 3, 4, 5, ... disebut bilangan bulat positif, sedangkan bilangan –1, –2, –3, –4, –5, ... disebut bilangan bulat negatif. Bilangan bulat positif terletak di sebelah kanan nol, sedangkan bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri nol.

4. Menyatakan Hubungan antara Dua Bilangan Bulat


 
                –3    –2    –1    0     1      2      3
 Perhatikan garis bilangan di atas. Pada garis bilangan tersebut, makin ke kanan letak bilangan, makin besar nilainya. Sebaliknya, makin ke kiri letak bilangan, makin kecil nilainya. Sehingga dapat dikatakan bahwa untuk setiap p, q bilangan bulat berlaku:
a. jika p terletak di sebelah kanan q maka p > q;
b. jika p terletak di sebelah kiri q maka p < q.
Pada suatu garis bilangan, bilangan –3 terletak di sebelah kiri bilangan 2 sehingga ditulis –3 < 2 atau 2 > –3. Adapun bilangan –3 terletak di sebelah kanan –5 sehingga ditulis –3 > –5 atau –5 < –3. Jika kedua kalimat di atas digabungkan maka diperoleh –5 < –3 < 2 atau 2 > –3 > –5.
Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu.
1.      Jika permukaan air laut dinyatakan dengan 0 meter, tulislah letak suatu tempat yang ditentukan sebagai berikut.
a. 175 meter di atas permukaan air laut.
b. 60 meter di bawah permukaan air laut.
2.  Isilah titik-titik di bawah ini dengan tanda “>” atau “<“, sehingga menjadi kalimat yang benar.
a. –3 ... 5 c. –8 ... –13
b. 12 ... 27 d. 16 ... –24
e. 0 ... –1 h. 2 ... –21
f. 17 ... –15 i. –19 ... –14
g. –36 ... 42 j. 39 ... –7
3.  Tentukan nilai x yang memenuhi
a. x  –1, pada S = {–6, –5, –4, –3, –2, –1, 0, 1, 2};
b. x > 2, pada S = {..., –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6};
c. –5 < x  4, pada S = {–5, –4, –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, 4, 5}.
Kemudian gambarlah masing-masing nilai-nilai tersebut pada garis bilangan.

B. Operasi Hitung Pada Bilangan Bulat
1. Penjumlahan pada Bilangan Bulat
a. Penjumlahan dengan alat bantu
Dalam menghitung hasil penjumlahan dua bilangan bulat, dapat digunakan dengan menggunakan garis bilangan. Bilangan yang dijumlahkan digambarkan dengan anak panah dengan arah sesuai dengan bilangan tersebut. Apabila bilangan positif, anak panah menunjuk ke arah kanan.Sebaliknya, apabila bilangan negatif, anak panah menunjuk ke arah kiri.
(Menumbuhkan inovasi)
Selain dengan garis bilangan, penjumlahan pada bilangan bulat dapat digunakan alat bantu yang lain. Coba eksplorasilah hal ini dengan teman sekelompokmu. Ceritakan hasilnya secara singkat di depan kelas.
b. Penjumlahan tanpa alat bantu
Penjumlahan pada bilangan yang bernilai kecil dapat dilakukan dengan bantuan garis bilangan. Namun, untuk bilangan-bilangan yang bernilai besar, hal itu tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, kita harus dapat menjumlahkan bilangan bulat tanpa alat bantu.
1)      Kedua bilangan bertanda sama
Jika kedua bilangan bertanda sama (keduanya bilangan positif atau keduanya bilangan negatif), jumlahkan kedua bilangan tersebut. Hasilnya berilah tanda sama dengan tanda kedua bilangan.
Contoh:
a) 125 + 234 = 359
b) –58 + (–72) = –(58 + 72) = –130
2) Kedua bilangan berlawanan tanda
Jika kedua bilangan berlawanan tanda (bilangan positif dan bilangan negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan yang bernilai lebih kecil tanpa memerhatikan tanda. Hasilnya, berilah tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar.
Contoh:
a) 75 + (–90) = –(90 – 75) = –15
b) (–63) + 125 = 125 – 63 = 62












PENUTUP
A. Kesimpulan
Model pembelajaran complete sentence adalah model pembelajaran yang sederhana di mana siswa belajar melengkapi paragraf yang belum sempurna dengan menggunakan kunci jawaban yang tersedia. Model pembelajaran ini sebenarna mempermudah guru namun terkadang gurunya kurang inovatif dan kreatif dalam membuat soalnya.





















\


DAFTAR PUSTAKA

Amri, Sofan dkk. Konstruksi Pengembangan Pembelajaran. Jakarta. Prestasi Pustaka.2010.
Dewi Muharini, Tri Wahyuni. Matematika konsep dan aplikasinya untuk kelas vii samp dan mts. Departemen pendidikan nasional. 2008
Kiranawati: 2008.
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Materi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru Rayon 27 Universitas Negeri Manado, Departemen Pendidikan Nasional Universitas Negeri Manado. 2009.
Membimbing Guru dalam Penelitian Tindakan Kelas Materi Pelatihan Penguatan-penguatan Pengawas Sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan.
Rusman. Model-Model Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers. 2011.
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional, 2010.
Teti Sobari. Model-model pembelajaran, 2011:2012.
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana. 2010.
http.//www.google.co.id//model-pembelajaran-concept sentence




0 komentar:

Posting Komentar