Sabtu, 03 Januari 2015

MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY

Pengertian Model Pembelajaran
Model pembelajaran merupakan deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus-kursus, rancangan unit pembelajaran, perlengkapan belajar, buku-buku pelajaran, program multimedia,dan bantuan belajar melalui program komputer. Hakikat mengajar menurut Joyce dan Weil adalah membantu pebelajar (peserta didik) memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai-nilai, cara berpikir, dan belajar bagaimana cara belajar. (Joyce dan Weil ; 2000:13)
                    Merujuk pada dua pendapat di atas, penulis memaknai model pembelajaran dalam modul ini sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru - peserta didik di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada peserta didik. Di dalam pola pembelajaran yang dimaksud terdapat karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-peserta didik yang dikenal dengan istilah sintaks. Secara implisit di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat karakteristik lainnya dari sebuah model dan rasional yang membedakan antara model pembelajaran yang satu dengan model pembelajaran yang lainnya. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematika mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu.
                    Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para pencanang pembelajaran dan para pengajar dalam mencanangkan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. (Kardi dan Nur ; 2003)
                    Model pembelajaran memiliki ciri-ciri khusus yaitu:
·       Rasional teoritik  yang logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
·       Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar.
·       Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil.
·       Lingkungan belajar yang duperlukan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

                    Guru sangat membutuhkan model pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dan hasil belajar siswa yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Namun tidak semua materi pelajaran dapat disajikan dengan model pembelajaran yang sama. Karena itu dalam memilih model pembelajaran, guru harus memperhatikan keadaan atau kondisi siswa,  bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan model pembelajaran dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan belajar siswa

Pengertian Course review Horay                  

                    Pembelajaran Course Review Horay, merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara pengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Pembelajaran Course Review Horay yang dilaksanakan dalam penelitian ini merupakan suatu pembelajaran pengujian terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang diisi dengan soal dan diberi nomor untuk menuliskan jawabannya. Siswa yang paling terdahulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay atau yelyel lainnya. Melalui Pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukkan kelompok kecil. (Natalia Ernawati : 2009)
                    Model Pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar maka siswa tersebut diwajibkan berteriak ’hore!’ atau yel-yel lainnya yang disukai. Model pembelajaran CRH ini merupakan suatau model pembelajaran yang dapat digunakan guru agar dapat tercipta suasana pembelajaran di dalam kelas yang lebih menyenangkan, sehingga siswa merasa lebih tertarik. Karena dalam model pembelajarn CRH ini, apabila siswa dapat menjawab secara benar maka siswa tersebut diwajibkan meneriakan kata “hore” ataupun yel-yel yang disukai dan telah disepakati oleh kelompok maupun individu siswa itu sendiri. Model pembelajaran CRH juga merupakan suatu model pembelajaran dengan pengujian pemahaman siswa menggunakan soal dimana jawaban soal dituliskan pada kartu atau kotak yang telah dilengkapi nomor dan untuk siswa atau kelompok yang mendapatkan jawaban atau tanda dari jawaban yang benar terlebih dahulu harus berteriak ‘horay’ atau menyanyikan yel-yel kelompoknya. Dalam pelaksanaan model pembelajaran CRH ini pengujian pemahaman siswa dengan mengguanakan kotak yang berisi nomor untuk menuliskan jawabannya. Dan siswa yang lebih dulu mendapatkan tanda atau jawaban yang benar harus langsung menyoraki kata-kata “horay” atau menyoraki yel-yelnya. Agar pemahaman konsep materi yang akan dibahas dapat dikaji secara terarah maka seiring dengan perkembangan dunia pendidikan model pembelajaran CRH menjadi salah satu alternativ seabagai model pembelajaran yang mengarah pada pemahaman konsep. Model pembelajaran CRH merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara pengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Model pembelajaran CRH yang dilaksanakan merupakan suatu pembelajaran dalam rangka pengujian terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang di isi dengan soal dan diberi nomor untuk menuliskan jawabannya. Siswa yang paling terdahulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay atau yel-yel lainnya. Melalui pembelajaran CRH diharapkan dapat melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dalam pembentukkan kelompok kecil. (dalam situs http://ras-eko.blogspot.com/2011/05/model-pembelajaran-course-review-horay.html).
                    Pembelajaran Course Review Horay, merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan cara pengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Pembelajaran Course Review Horay merupakan suatu pembelajaran pengujian terhadap pemahaman konsep siswa menggunakan kotak yang diisi dengan soal dan diberi nomor untuk menuliskan jawabannya. Siswa yang paling terdahulu mendapatkan tanda benar langsung berteriak horay atau yel-yel lainnya. Melalui Pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih siswa dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukkan kelompok kecil.
                    bukunya Isjoni (2010: 12) mengatakan, bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen. Model pembelajaran koperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Terdapat empat unsur penting dalam pembelajaran kooperatif yaitu, adanya metode kooperatif yang lain. Asumsi Asumsi yang mendasari pengembangan pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut : (Joyce, 2009 : 302) energi yang ditingkatkan dalam bentuk kerjasama akan meningkatkan motivasi yang jauh lebih besar daripada dalam bentuk lingkungan kompetitif individual. Anggota-anggota kelompok kooperatif dapat saling belajar satu sama lain. Setiap pembelajar akan memiliki bantuan yang lebih banyak daripada dalam
sebuah struktur pembelajaran yang menimbulkan pasif. Pembelajaran merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar, sikap belajar dikalangan siswa, mampu berpikir kritis, memiliki keterampilan sosial, dan pencapaian hasil pembelajaran yang lebih optimal (Isjoni, 2009: 8). Merujuk pada hal ini perkembangan model pembelajaran terus mengalami perubahan dari model tradisional menuju model yang lebih modern. Model pembelajaran berfungsi untuk memberikan situasi pembelajaran yang tersusun rapi untuk memberikan suatu aktivitas aktif kepada siswa guna mencapai tujuan pembelajaran. Sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang kini banyak mendapat respon adalah model pembelajaran kooperatif. Kooperatif berasal dari bahasa Inggris yaitu Cooperate yang berarti bekerja bersama-sama. Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar dengan sejumlah siswa sebagai anggota kelompok kecil yang tingkat kemampuannya berbeda (Isjoni,2009 14). Menurut Slavin (1985) dalam bukunya Isjoni (2010;12) mengatakan, bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen. Model pembelajaran koperatif adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Terdapat empat unsur penting dalam pembelajaran kooperatif yaitu, adanya peserta didik yang terbagi dalam kelompok, adanya aturan kelompok, adanya upaya belajar setiap .
Course Review Horay adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk ikut aktif dalam belajar. Metode ini merupakan cara belajar-mengajar yang lebih menekankan pada pemahaman materi yang diajarkan guru dengan menyelesaikan soal-soal. Dalam aplikasinya metode pembelajaran Course Review Horay tidak hanya menginginkan siswa untuk belajar ketrampilan dan isi akademik. Pembelajaran dengan metode Course Review Horay juga melatih siswa untuk mencapai tujuan-tujuan hubungan sosial yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi akademik siswa. Pembelajaran melalui metode ini dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kooperatif yang melahirkan sikap ketergantungan yang positif di antara sesama siswa, penerimaan terhadap perbedaan individu dan mengembangkan ketrampilan bekerjasama antar kelompok. Kondisi seperti ini akan memberikan kontribusi yang cukup berarti untuk membantu siswa yang kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep belajar, pada akhirnya setiap siswa dalam kelas dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Pada pembelajaran Course Review Horay aktifitas belajar lebih banyak berpusat pada siswa. Dalam hal ini pada proses pembelajaran guru hanya bertindak sebagai penyampai informasi, fasilitator dan pembimbing. Suasana belajar dan interaksi yang menyenangkan membuat siswa lebih menikmati pelajaran sehingga siswa tidak mudah bosan untuk belajar.


PRINSIP / CIRI MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY
Suatu model pembelajaran yang dilakukan  dalam kegiatan pembelajaran matematika sering ditemui, beberapa hambatan yang menjadi pokok permasalahan dapat diselesaikan dengan beberapa metode atau dengan beberapa cara yang bisa kita lakukan demi meningkatkan proses pembelajaran yang lebih efektif, pada  dengan metode yang baru diharapkan dapat memecahkan berbagai permasalahan yang ada . sehingga pada prinsipnya model pembelajaran Course Review Horay  menarik dan mendorong siswa untuk dapat terjun kedalamnya. Pembelajarannya tidak monoton karena diselingi sedikit hiburan sehingga suasana tidak menegangkan, dan Siswa lebih semangat belajar. Efektifitas suatu metode akan lebih berkembang jika kita sebagai pengguna mampu memaksimalkan kemampuan dalam mengelola suatu metode menjadi suatu cara yang lebih menarik.
Kelebihan dan kelemahan suatu metode bias kita jadikan sebagai gambaran untuk memaksimalkan dalam kondisi yang ada,, sehingga pada prinsip yang sudah kita miliki kita diharapkan mampu memberikan kontribusi yang sangat jelas terhadap perkembangan dunia pendidikan
Beberapa ciri dari pembelajaran kooperatif tife CRH adalah setiap anggota memiliki peran, terjadi hubungan interaksi langsung diantara siswa, setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya, guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok, dan guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan.
                    Tiga konsep sentral yang menjadi karakteristik pembelajaran sebagaimana dikemukakan Slavin (1995) dalam bukunya Isjoni (2009: 33), yaitu :
·       Penghargaan kelompok, penghargaan kelompok ini diperoleh jika kelompok mencapai skor diatas kriteria yang ditentukan.
·       Pertanggung jawaban individu, pertanggungjawaban ini menitikberatkan pada aktivitas anggota kelompok yang saling membentu dalam belajar.
·       Kesempatan yang sama untuk berhasil, setiap siswa baik yang berprestasi rendah atau tinggi sama-sama memperoleh kesempatan untuk berhasil dan melakukan yang terbaik bagi kelompoknya.
                    Dengan metode course review horay, siswa dapat memahami materi yang telah diberikan dengan mudah. Pemahaman siswa tentang materi yang bersangkutan dievaluasi dengan cara yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan semangat belajar siswa. Selain itu, metode course review horay menerapkan pembelajaran sekaligus hiburan, dengan demikian siswa tidak mengalami kejenuhan dalam proses belajar. Karena pada anak usia SD mudah mengalami kejenuhan dalam proses belajar, maka dari itu diperlukan suatu metode yang membuat anak tertartik pada saat guru sedang menjelaskan.
                    Kebutuhan objek belajar dirasa sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan, Contohnya Ilmu Pengetahuan Alam. Pelajaran tersebut cocok dengan metode ini, agar siswa dapat lebih mudah mengingat materi yang telah disampaikan oleh gurunya dan juga istilah-istilah yang ada dalam pelajaran tersebut. 
                    Tujuan Penerapan Metode Course Review Horay :
1.     Mendorong Siswa Untuk Ikut Aktif Dalam Belajar
                    Metode ini merupakan cara belajar-mengajar yang lebih menekankan pada pemahaman materi yang diajarkan guru dengan cara menyelesaikan soal-soal. Pada pembelajaran Course Review Horay aktifitas belajar lebih banyak berpusat pada siswa. Dalam hal ini pada proses pembelajaran guru hanya bertindak sebagai penyampai informasi, fasilitator dan pembimbing. Suasana belajar dan interaksi yang menyenangkan membuat siswa lebih menikmati pelajaran sehingga siswa tidak mudah bosan untuk belajar.
2.     Melatih Siswa Untuk Mencapai Tujuan-Tujuan Hubungan Sosial Yang Pada Akhirnya Mempengaruhi Prestasi Akademik Siswa.
Pembelajaran melalui metode ini dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kooperatif yang melahirkan sikap ketergantungan yang positif di antara sesama siswa, penerimaan terhadap perbedaan individu dan mengembangkan ketrampilan bekerjasama antar kelompok. Kondisi seperti ini akan memberikan kontribusi yang cukup berarti untuk membantu siswa yang kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep belajar, pada akhirnya setiap siswa dalam kelas dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
Perkembangan yang didapatkan dari Metode Pembelajaran Course Review Horay:
v Motorik, dalam metode tersebut adanya perkembangan motorik yang terjadi pada siswa melalui ekspresi dam respon dari siswa. Dengan mencoba untuk menjawab pertanyaan / kuis dari guru.  Dan adanya gerakan yang memubat siswa merasa lebih rileks melakukan  mengangkat tangan dan berteriak seperti ‘’ horeyyyy’’
v Kognitif, dapat mengevaluasi materi yang telah diberikan guru terhadap siswa,membuat siswa lebih berfikir dan berkonsentrasi serta menyimak pertanyaan yang diberikan. Pengetahuan siswa lebih berkembang untuk mencari tau tentang hal-hal yang bersangkutan dengan materi tersebut.
v Bahasa, dalam metode ini siswa masih menggunakan bahasa yang belum terlalu formal dan masih menggunakan gaya bahasa sehari-hari layaknya berbicara dengan teman sebaya. Sehingga pengembangan bahasa yang didapat dari penerapan metode ini kurang menonjol.
v Afektif, Suasana belajar dan interaksi yang menyenangkan membuat siswa lebih menikmati pelajaran sehingga siswa menjadikan suasana kelas lebih akrab. Rasa gembira dan percaya diri secara tidak langsung akan terlihat dalam diri siswa. Penerapan metode ini juga dapat memperarerat kedekatan antar siswa maupun dengan guru, karena komunikasi yang terjadi saat penerapan metode ini merupakan komunikasi dua arah. Dimana guru memberikan pertanyaan, dan siswa  memerikan umpan balik dengan berteriak “horay”.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY

Ø  Kelebihan:

·       Pembelajarannya menarik mendorong untuk dapat terjun ke dalamnya.
·       Melatih kerjasama.
·       Pembelajarannya menarik dan mendorong siswa untuk dapat terjun kedalamnya.
·       Pembelajarannya tidak monoton karena diselingi sedikit hiburan sehingga suasana tidak menegangkan.
·       Siswa lebih semangat belajar karena

Ø  Kekurangan:

·       Siswa aktif dan pasif nilainya disamakan.
·       Adanya peluang untuk curang. 
·       Dapat mengakibatkan suasana kelas yang cenderung tidak kondusif.    

                    Adapun Cara untuk mengatasi kelemahan (kekurangan) dari model pembelajaran Course Review Horay yaitu:
ü  Di awal pertemuan, guru perlu menyampaikan dengan tegas, mengenai tata mengenai tata aturan dalam mengucapkan yel-yel horay, yaitu tidak boleh sampai menimbulkan suasana yang tidak kondusif, apabila siswa melanggar, maka akan diberikan pengurangan terhadap skor/ nilai yang telah diperoleh kelompoknya.
ü  Di akhir pembelajaran, Guru memberikan evaluasi untuk masing-masing siswa, sehingga dapat diketahui tingkat pemahaman materi dari masing-masing siswa.
ü  Di akhir pembelajaran, maka guru perlu melakukan pemeriksaan kembali terhadap jawaban kelompok dari masing-masing kotak jawaban kelompok yang telah disediakan dan apabila terdapat kecurangan, maka perlu diberikan sanksi berupa pengurangan skor terhadap nilai yang telah diperoleh, sehingga siswa tidak akan berani untuk mengulangi perbuatannya.

LANGKAH–LANGKAH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY
                    Informasi kompetensi, sajian materi, tanya jawab untuk pemantapan, siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak, guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak, siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya, pemberian reward, penyimpulan dan evaluasi, refleksi.
                   
                    Adi Wijaya (2007) menuliskan Langkah-langkah model pembelajaran Course Review Horay adalah sebagai berikut :

v guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
            Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran dengan lebih terperinci. Inti dalam penyampaian kompetensi yang ingin dicapai adalah siswa dapat memahami materi pelajaran yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Course Review Horay.         

v guru menyajikan atau mendemonstrasikan materi sesuai topic.
                Guru menjelaskan materi pelajaran sesuai dengan topik pelajaran yang sedang diajarkan. Dalam menjelaskan materi pelajaran lebih jelas dan lebih terperinci.

v Melakukan Tanya jawab dengan untuk pemantapan.
                Setelah guru menyajikan materi pelajaran, maka guru melakukan tahap pemantapan kepada siswa. Tahap pemantapan ini dilakukan dengan melakukan tanya jawab, baik tanya jawab antara siswa dengan siswa dan guru dengan siswa, demikian juga sebaliknya. Misalnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan memecahkan pertanyaan dari siswa.

v guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok.
                Kelompok kecil ini bersifat heterogen yang beranggotakan 4-5 orang. Lalu memberikan tugas kelompok untuk didiskusikan dan membacakan hasil diskusi.

v untuk menguji pemahaman siswa disuruh membuat kartu atau kotak sesuai dengan kebutuhan dan diisi dengan nomor yang ditentukan guru.

v guru membaca soal secara acak dan siswa menuliskan jawabannya didalam kartu atau kotak yang nomornya disebutkan guru.
                  Guru mengambil nomor soal secara acak dan membacakan soal tersebut, lalu diinstruksikan untuk didiskusikan siswa. Untuk menjawab pertanyaan guru, siswa langsung mendiskusikan bersama kelompoknya. Setelah berdiskusi, jawaban dari pertanyaan guru harus dituliskan pada kotak sesuai dengan nomor yang telah ada.

v setelah pembacaan soal dan jawaban siswa telah ditulis didalam kartu atau kotak, guru dan siswa mendiskusikan soal yang telah diberikan tadi.
                  Guru akan meminta salah satu anggota tiap kelompok untuk membacakan hasil jawaban yang telah didiskusikan oleh kelompoknya. Tiap anggota kelompok bergilir untuk menjawab pertanyaan dari guru.

v Bagi yang benar,siswa memberi tanda (v) dan lansung berteriak horay atau menyanyikan yel-yelnya.

v Nilai siswa dihitung dari jawaban yang benar dan yang banyak berteriak horay .

v Guru memberikan reward pada yang memperoleh nilai tinggi atau yang banyak memperoleh horay.

v Penutup
                  Penutup dari model ini adalah penyimpulan dan evaluasi, serta refleksi.  Setelah dilakukan penghitungan jawaban yang benar, maka dapat dilakukan penyimpulan. Penyimpulan dapat dilakukan oleh kelompok yang memiliki nilai paling tinggi atau dapat dilakukan oleh guru mata pelajaran.

0 komentar:

Posting Komentar