Kamis, 14 April 2016

MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam meningkatkan taraf  hidup  lebih baik dan berbudaya dalam kehidupannya. Dalam dunia pendidikan guru sebagai salah satu ujung tombak dalam keberhasilan suatu pendidikan. Untuk itu perlu adanya penigkatan kualitas guru dalam membawakan materi ajar. Baik berupa cara menyampaikan ataupun materi yang akan di sampaiakan. Untuk itu saya membuat makalah ini berharap bias digunakan oleh guru-guru untuk meningkatkan dirinya dalam menyampaikan materi sehingga tidak terjadi kebosanan dalam mengajar


B.    Rumusan masalah
1.    Apa itu Pembelajaran Student Facilitator And Explaining?
2.    Apa prinsip yang di anut model ini?
3.    Apa kelemahan dan kelebihannya?
4.    Bagaimana langkah-langkah yang harus ditempu?
5.    Contoh dalam pembelajarannya seperti apa?

C.    Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar menjadi referensi bagi guru-guru untuk mengembangkan kemampuannya sebagai guru



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining

Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining, Adalah model pembelajaran dimana siswa  mempresentasikan  ide atau pendapat pada siswa lain. Melalui model pembelajaran ini, memberikan kebebasan pada siswa untuk menuangkan ide, gagasan, pendapat tentang suatu permasalahan yang berhubungan dengan pemahaman konsep mau pun penerapan dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas, 2006). (http://remenmaos.blogspot.com/2011/08/contoh-proposal-ptk-sejarah-smp.html)

Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan pembelajaran akan melibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien ( Muhaimin, 1991:131).

 Pembelajaran dapat diartikan sebagai cara untuk mencapai sesuatu untuk melaksanakan suatu strategi digunakan seperangkat metode pengajaran tertentu.Dalam pengertian demikian maka metode pembelajaran menjadi salah satu unsurdalam strategi belajar mengajar unsur seperti sumber belajar, kemampuan gurudan siswa, media pendidikan, materi pengajaran, organisasi adalah: waktu yangtersedia kondisi kelas dan lingkungan merupakan unsur-unsur yang mendukungstrategi belajar-mengajar.

Ada beberapa komponen dalam strategi pembelajaran. Komponen-komponen tersebut adalah:
a.    Tujuan pengajaran, tujuan pengajaran merupakan acuan yangdipertimbangkan untuk memilih strategi belajar mengajar.
b.    Guru, masing-masing guru berbeda dalam pengalaman, pengetahuan, kemampuan menyajikan pelajaran, gaya mengajar, pandangan hidup dan wawasan. Perbedaan ini mengakibatkan adanya perbedaan dalam pemilihan strategi belajar mengajar yang digunakan dalam program pengajaran.

c.    Pesertadidik, dalam kegiatan belajar mengajar peserta didik mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, hal ini perlu dipertimbangkan dalam menyusun strategi belajar mengajar yang tepat.

d.    Materi pelajaran, materi pelajaran dapat dibedakan antara materi formal (isipelajaran dalam buku teks resmi/buku paket disekolah) dan materi informal (bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan sekolah).

e.    Metode pengajaran, ada berbagai metode pengajaran yang perludi pertimbangkan dalam strategi belajar mengajar.

f.    Media pengajaran.

Sebagaimana disebutkan bahwa banyak sekali strategi baru dalam pembelajaran. Dari berbagai strategi baru dalam pembelajaran tersebut, sebenarnya bias digunakan dalam proses pembelajaran Pendidikan matematika. Hal ini sebagai upaya pengembangan dari metode-metode lama yang kadang dianggap kurang banyak melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Salah satu strategi pembelajaran tersebut adalah strategi Student Facilitator And Explaining. Strategi ini merupakan strategi dalam model Cooperatif  learning, yaitu suatu proses pembelajaran dengan maksud untuk memberdayakan pesertadidik agar belajar dengan menggunakan berbagai cara atau strategi secara aktif.

Strategi Pembelajaran Student Facilitator And Explaining adalah strategi pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dengan maksud meminta peserta didik untuk berperan menjadi narasumber terhadap semua temannya di kelas belajar.   
Strategi ini merupakan sebuah strategi yang mudah, guna memperoleh keaktifan kelas secara keseluruhan dan tanggung jawab secara individu. Strategi ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar/penjelas materi dan seorang yang menfasilitasi proses pembelajaran” terhadap peserta didik lain. Dengan strategi ini, peserta didik yang selama ini tidak mau terlibat akan ikut serta dalam pembelajaran secara aktif.

Dengan memahami beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan, bahwa strategi pembelajaran adalah siasat guru dalam mengefektifkan, mengefiensikan, serta mengoptimalkan fungsi dan interaksi antara siswa dengan komponen pembelajaran dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran.

B.    Prinsip  Student Facilitator And Explaining
Menurut Yatim Riyanto (2010:61 ) Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (murid sebagai fasilitas dan penjelas) merupakan pembelajaran dengan maksud siswa atau peserta didik belajar mempresentasikan ide atau pendapat pada rekan peserta didik lainnya. Pembelajaran ini efektif untuk melatih siswa berbicara dan menyampaikan ide, gagasan atau pendapatnya sendiri.
Teknik pembelajaran ini memotivasi semua siswa untuk aktif dan member kesempatan pada siswa untuk mengajar temannya dan mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang sama, serta dapat membuat pertanyaan dan mengemukakan pendapat
Model Student Facilitator and Explaining (bermain peran)  dilakukan dengan cara penguasaan siswa terhadap bahan-bahan pembelajaran melalui imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan yang dilakukan siswa dengan memerankan sebagai tokoh baik pada benda hidup atau benda mati.Model ini dapat dilakukan secara individu atupun secara kelompok.Oleh karenanya, model ini dapat meningkatkan motivasi belajar, antusias, keaktifan dan rasa senang dalam belajar siswa.

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah lebih kepada kemandirian dan berpiki rsiswa. Elemen yang dimunculkan dalam kegiatan ini adalah kerja individu, kemampuan berbicara dan mendengarkan. Karena pada dasarnya pembelajaran aktif adalah untuk mengarahkan atensi peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya.

C.    Langkah-langkah Student Facilitator And Explaining
Langkah-langkah  Student  Facilitator  and  Explaining menurut Yatim Riyanto         ( 2010 : 279 ) adalah sebagai berikut:
1.    Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.    Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
3.     Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya
4.    Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
5.    Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu

D.    Kelebihan dan Kekurangan Student Facilitator And Explaining
Setiap metode atau model pembelajaran tentunya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Adapun kelebihan dan kekurangan model Student Facilitator and Explaining  adalah :
a.    Kelebihan
1.    ajak untuk dapat menerangkan kepada siswa lain, dapat mengeluarkan ide-ide yang ada dipikirannya sehingga lebih dapat memahami materi tersebut.
2.    Dapat meningkatkan pencurahan waktu pada tugas. Karena siswa dituntut menggunakan waktunya untuk mengerjakan tugas-tugas atau permasalahan yang diberikan oleh guru di awal pertemuan. Dengan demikian, diharapkan siswa mampu memahami materi dengan baik sebelum guru menyampaikan pada pertemuan selanjutnya.
3.    Dapat memperbaiki kehadiran, karena tugas yang diberikan oleh guru pada setiap pertemuan melibatkan siswa secara aktif. Oleh sebab itu, bagi siswa yang sekali tidak hadir akan dalam pertemuan ditekan untuk hadir pada pertemuan berikutnya terkait dengan tugas yang telah ia terima sebelumnya.
4.    Dapat memotivasi siswa untuk selalu meningkatkan volume belajarnya.
5.    Dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar dalam kelas.
6.    Para siswa dapat menggunakan waktu yang lebih banyak untuk mengerjakan tugasnya dan untuk mendengarkan satu sama lain. Sehingga pemahaman materi pembelajaran lebih dipahami hal ini dapat terlihat banyaknya siswa yang akan mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan dengan pasangannya.
7.    Guru mempunyai waktu yang lebih banyak untuk berfikir dan berkonsentrasi mendengarkan jawaban siswa, disamping dapat dengan seksama mengamati reaksi siswa, dan mengajukan pertanyaan yang lebih detil.

Dari kelebihan model Student Facilitator and Explaining dapat disimpulkan bahwa pada tahap akhir guru hanya sebagai fasilitator serta daya serap pembelajaran yang diterima siswa lebih banyak dan cepat, dibandingkan dengan metode lain, karena pada metode yang lain siswa yang aktif dalam kelas hanya siswa tertentu atau pada siswa yang rajin saja, sedangkan siswa yang lain hanyalah ”pendengar” pada materi yang disampaikan guru.


b.    Kekurangan
Sedangkan kekurangandari Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah :
1.    Adanya pendapat yang sama sehingga hanya sebagian saja yang tampil
2.    Banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran ini.
3.    Membutuhkan koordinasi secara bersamaan dari berbagai aktifitas.
4.    Membutuhkan perhatian khusus dalam penggunaan ruang kelas.
5.    Peralihan dari secara klasikal ke kelompok kecil dapat menyita waktu pengajaran. Oleh karena itu, guru harus dapat membuat perencanaan yang seksama sehingga dapat meminimalkan waktu tang tersedia.
6.    siswa yang pasif dapat mengganggu teman-temannya, atau siswa yang seharusnya menyelesaikan soal dengan cara berdiskusi bersama kelompoknya kadang dimanfaatkan untuk berbicara diluar materi pelajaran.
7.    Siswa yang kurang aktif  sering menggantungkan kepada teman yang aktif.
8.    Kelas yang jumlah siswanya banyak dapat berpengaruh pada saat pelaksanaan pembelajaran.
9.    Jumlah siswa yang ganjil berdampak pada pembentukan kelompok. Hal ini memperlambat pada proses pelaksanaan. Karena setelah pasangan yang lain selesai  pada tahap akhir.
10.    Kesulitan mengatur waktu yang sesuai dengan perencanaan, disaat ada siswa yang mengulur-ulur waktu dengan alasan pekerjaan belum selesai. Oleh karena itu, diperlukan guru untuk sering mendatangi masing-masing kelompok untuk mengecek kesiapannya.
11.    Guru memberikan point pada siswa yang sering bertanya, atau memberikan sanggahan saat proses berlangsung.





BAB III
PENUTUP
    Model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan. Dimana siswa dilatih untuk memberanikan diri mengungkapkan pendapat. Namun demikian dalam pelaksanaannya perlu persiapan matang dan rencana cadangan jikalau siswa tidak bias mengikuti pembelajaran dengan model ini (siswa pasif).
Dalam pelaksanaan, guru harus benar-benar memperhatikan langkah-langkah yang haru ditempuh agar tujuan dari pembelaajran dengan model ini bias di capai.




DAFTAR PUSTAKA
Suherman, Erman.2003. Strategi pembelajarna matematika Kontemporer. Bandung: UPI
Riyanto, Yatim.2010. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta:PrenadaMediaGroup

http://www.infodiknas.com/297-strategi-dan-penggunaan-metode-student-facilitator-and-explaining-pada-pembelajaran-bahasa-dan-sastra-indonesia/di unduh sabtu tanggal 8 desember 2012. Pukul 14.00wib
(http://remenmaos.blogspot.com/2011/08/contoh-proposal-ptk-sejarah-smp.html) diunduh sabtu tanggal 8 desember 2012. Pukul 14.00wib


1 komentar: