Selasa, 13 Juni 2017

MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH



BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti membutuhkan pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu cara yang dilakukan peserta didik untuk mencapai pengetahuan yang seluas-luasnya. Dengan pendidikan peserta didik akan mengalami perubahan-perubahan yang lebih baik. Dengan pendidikan seseorang akan lebih dihargai keberadaanya. Itulah sebabnya pendidikan sangat penting. Pendidikan dapat dilakukan dengan adanya proses pembelajaran. 
Pembelajaran adalah suatu proses terjadinya interaksi antara pelajar dan pengajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, yang berlangsung dalam suatu lokasi tertentu dalam jangka satuan waktu tertentu pula. Pada proses pembelajaran seorang pengajar harus dapat memberikan suatu ilmu pengetahuan kepada pelajar dengan metode yang dapat dimengerti oleh para pelajar. Seorang pengajar harus memiliki strategi pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Strategi pembelajaran adalah pola umum untuk mewujudkan proses belajar mengajar. Secara operasional strategi pembelajaran adalah prosedur dan metode yang ditempuh oleh dosen untuk memberikan kemudahan bagi siswa (peserta didik) melakukan kegiatan belajar secara aktif dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Suatu strategi pembelajaran merupakan suatu sistem menyeluruh yang terdiri dari lima variabel yakni tujuan pembelajaran, materi pelajaran, metode dan teknik mengajar, siswa/mahasiswa, guru/tenaga kependidikan lainnya, dan logistik/unsur penunjang. (Prof. Dr. Oemar Hamalik, 2007-162) 
Dari lima variabel dalam strategi pembelajaran salah satunya adalah metode pembelajaran. Dalam proses pembelajaran seorang pengajar harus dapat memberikan model yang benar-benar menarik dan cocok untuk digunakan dalam memberikan materi. Ada beberapa macam model pembelajaran, diantaranya adalah model pembelajaran make a mach.
Pembelajaran koperatif  merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Belajar koperatif memberikan kesempatan pada siswa untuk saling berinteraksi, dimana siswa belajar dengan kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. (Ika Berdiati, 2010-5)
Koperatif learning memiliki tipe-tipe yang sangat bervariasi. Banyak yang dpat dilakukan seorang guru dalam pembelajaran di dalam kelas. Peserta didik terkadang merasa jenuh dengan cara pembelajaran yang monoton. Di sinilah seorang guru dapat memasukkan model pembelajaran koperatf untuk memotivasi para peserta didiknya dalam belajar.
Make a match merupakan bagian dari pembelajaran koperaif yang mana tipe ini memerintahkan siswa lebih aktif dalam sebuah kelompok. Cara pembelajaran koperatif tipe make a mach adalah siswa  dibagi dalam kelompok dan mereka mencari pasangan untuk mencocokkan jawaba-jawaban yan benar.  Dalam tipe make a mach ini seorang siswa dengan siswa yang lainnya diminta kerjasama yang sangat baik untuk dapat menemukan pasangan dan mencocokkannya dengan jawaban yang benar.





B.     Rumusan Masalah

1.    Apa yang dimaksud dengan model pembelajaran make a match?
2.    Apa materi yang dapat digunakan dalam model pembelajaran make a match?
3.    Apa keunggulan dan kelemahan model pembelajaran make a match?

C.    Tujuan

1.      Dapat mengetahui pengertian model pembelajaran make a match.
2.      Dapat mengetahui materi apa yang dapat digunakan dengan model pembelajaran make a match.
3.      Dapat mengetahui keunggulan dan kelemahan model pembelajaran make a match


BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH

Pembelajaran terpusat pada guru sampai saat ini masih menemukan beberapa kelemahan. Kelemahan tersebut dapat dilihat pada saat berlangsungnya proses pembelajaran di kelas, interaksi aktif antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa jarang terjadi. Siswa kurang terampil menjawab pertanyaan atau bertanya tentang konsep yang diajarkan. Siswa kurang bisa bekerja dalam kelompok diskusi dan pemecahan masalah yang diberikan. Mereka cenderung belajar sendiri-sendiri. Pengetahuan yang didapat bukan dibangun sendiri secara bertahap oleh siswa atas dasar pemahaman sendiri. Karena siswa jarang menemukan jawaban atas permasalahan atau konsep yang dipelajari.
Ternyata suatu penelitian telah membuktikan setelah dilakukan evaluasi terhadap hasil belajar siwa tenyata dengan pendekatan seperti itu hasil belajar siswa dirasa belum maksimal. Hal ini tampak pada pencapaian nilai akhir siswa
Rendahnya pencapaian nilai akhir siswa ini, menjadi indikasi bahwa pembelajaran yang dilakukan belum efektif. Nilai akhir dari evaluasi belajar belum mencakup penampilan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran, hingga sulit untuk mengukur keterampilan siswa .
 Untuk memperbaiki hal tersebut perlu disusun suatu pendekatan dalam pembelajaran yang lebih komprehensip dan dapat mengaitkan materi teori dengan kenyataan yang ada di lingkungan sekitarnya .Atas dasar itulah mencoba dikembangkan pendekatan kooperatif dalam pembelajaran dengan metode make a match.
Pembelajaran adalah sesuatu yang dilakukan oleh siswa, bukan dibuat untuk siswa. Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajara. Tujuan pembelajaran adalah mewujudkan efisiensi dan evektifitas kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik.(Isjoni, 2011 : 11)
Pembelajaran kooperatif disebut juga cooperative learning. Menurut Johnson & johnson (1994) cooperative learning adalah mengelompokkan siswa di dalam kelas ke dalam suatu kelompok kecil agar siswa dapat bekerja sama dengan kemampuan maksimal yang mereka miliki dan mempelajari satu sama lain dalam kelompok tersebut.( Isjoni, 2011 : 17)
Belajar kooperatif merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran aktif, keratif, efektif dan menyenangkan. Belajar kooperatif memberikan kesempatan pada siswa untuk saling berinteraksi, dimana siswa belajar dengan kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan berbeda. Belajar belum dikatakan tuntas bila salah satu siswa dalam kelompok belum menguasai behan pembelajaran.(Ika Berdiati, 2010 : 5)
Pembelajaran kooperatif dapat memberikan kesempatan kepada para siswa untuk bekerjasama dalam memahami dan memecahkan masalah.

Junaedi, dkk. (2008 : 8-9) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif secara etimologi mempunyai arti belajar bersama antara dua orang atau lebih, sedangkan dalam artian yang lebih luas memiliki definisi yang antara lain adalah belajar sama yang melibatkan antara 4-5 orang, yang bekerja sama menuju kelompok kelompok kerja dimana setiap anggota bertanggung jawab secara individu sebagai bagian dari hasil yang tak akan bisa dicapai tanpa adanya kerjasama antar kelompok.
Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajarn yang dilakukan berkelompok minimal 2 orang ataupun lebih yang bekerjasama dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Dalam pembelajaran koperatif ini ada beberapa tipe, diantaranya adalah make a match. Yang mana metode ini dikembangkan oleh lorna Curran (1994). Pada metode make a match ini suasana kelas dikondisikan dengan menyenangkan. Kelas di buat agar tidak menegangkan dan tidak menjenuhkan siswa. Aturan dalam metode make a match siswa di bentuk dalam beberapa kelompok dan siswa di surun mencari pasangannya. Yang mana pasangannya adalah jawaban-jawaban dari pertanyaan yang ada yang telah di siapkan oleh seorang guru. Pasangan yang benar dan dapat menemukan pasangannya akan di beri poin. Dalam metode make a match ini juga tidak semuanya mencari pasangan. Namun ada sebagian siswa yang bertugas sebagai penilai. Tugas penila disini melihat pasangan manakan yang memang benar-benar dapat mencocokkan jawaban-jawaban dengan benar.




Model pembelajaran make a match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keunggulan tehnik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Model pembelajaran ini lahir sebagai alternatif lain untuk mengefektifkan proses pembelajaran di sekolah.         
Pada dasarnya, model pembelajaran ini melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Dalam hal ini guru berperan sebagai pemonitor dan fasilitator. Model pembelajaran make a match ini cocok diterapkan dalam segala jenis mata pelajaran dan semua jenjang pendidikan. (http://prillygeography.blogspot.com/2012/04/model-pembelajaran-kooperatif-make.html)

B.     LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN MAKE A MATCH

Langkah-langkah dalam pembelajaran model make a match adalah sebagai berikut:
1.      Guru menginformasikan tujuan pembelajaran,     
Menjelaskan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat
2.      Guru menentukan topik/tema yang akan dibahas,
3.      Guru membagi siswa di dalam kelas menjadi 3 kelompok,
4.      Guru memberi teks bacaan soal-soal tentang penjumlahan dan penurangan bilangan bulat,
5.      Guru menyiapkan dan membagikan kartu-kartu pertanyaan untuk satu kelompok dan kartu-kartu jawaban untuk satu kelompok.
Satu kelompok sebagai kelompok penilai.
6.      Masing-masing anggota kelompok 1 memegang kartu pertanyaan dan masing-masing anggota kelompok 2 memegang kartu jawaban.
Contoh kartu pasangan
Kartu pertanyaan                                       kartu jawaban








X + 10 = 27
Berapakah nilai x
 

X = 17
 



Tabungan enoi di bank Rp. 750.000. seminggu keudian ia mengambil Rp. 125.500 . berapa rupah sisa tabungan enoi?
 


750.000 – 125.500 = 624.500
 



Suhu suatu kamar pendingin mula-mula 20 C di bawah nol. Kemudian di turunkan 200 C. Berapakah suhu kamar pendingin itu?
 

X= -2 – 20 = -22
Jadi suhu nya adalah -220 C

 

 














7.      Guru memberi tanda (peluit). Masing-masing anggota kelompok bergerak mencari pasangan (pertanyaan dan jawaban). Bila sudah ketemu diberikan kepada tim penilai.
8.      Jika siswa tidak dapat mencocokkan kartunya dengan kartu temannya (tidak dapat menemukan kartu soal atau kartu jawaban) akan mendapatkan hukuman, yang telah disepakati bersama.
9.      Kelompok penilai melakukan penilaian apakah pasangan kartu-kartu itu cocok. Kelompok penilai menjelaskan hasil penilaian mereka terhadap pasangan kartu (pertanyaan dan jawaban).
10.  Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya.
11.  Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran. (Dr. Rusman, M.Pd, 2011, hal 224)
Setiap pembelajaran aktif atau inovatif membutuhkan persiapan, tidak terkecuali metode make a match. Sebelum menerapkannya di kelas, seorang guru  perlu menyiapkan hal-hal di bawah ini:
1.      Buatlah beberapa pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajari( jumlahnya tergantung tujuan pembelajaran). Tulis dalam kartu-kartu pertanyaan.
Pertanyaan :
a.          -15 – (-14) – (-20) =
b.          t + (-3) = -20 , berapakah nilai t
c.         ibu warso berbelanja di sebuah toko sebesar Rp. 26.725. jika ia membayar dengan 1 lembar uang lima puluh ribuan, berapa rupiah uang kembaliannya?
d.        Perusahaan genteng beton mempunyai 325 karyawan. Karyawan wanita di perusahaan itu 125 orang. Ternyata ada 15 karyawan pria lanjut usia yang telah di pensiunkan, berapa banyak karyawan pria perusahaan itu sekarang?
e.         Tabungan enoi di bank Rp. 750.000. seminggu keudian ia mengambil Rp. 125.500 . berapa rupah sisa tabungan enoi?




2.    Buatlah kunci jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang telah di buat. Tulis dalam kartu-kartu jawaban. Akan lebih baik jika kartu pertanyaan dan kartu jawaban berbeda warna
Jawaban:
a.          19
b.          -17
c.          Rp. 23.275
d.         Jumlah karyawan pria sekarang adalah 185
e.          Rp. 624.500
3.    Buatlah aturan yang berisi penghargaan bagi siswa yang berhasil dan sanksi bagi siswa yang gagal (seorang guru  dapat membuat aturan ini bersama-sama dengan siswa).
4.    Sediakan lembaran untuk mencatat pasangan-pasangan yang berhasil sekaligus untuk penskoran presentasi
Selain itu seorang guru harus mempersiapkan materi.
1.      Materi yang akan Anda ajarkan pecahlan menjadi beberapa sub materi
2.      Buatlah kata-kata kunci atau gambar dari setiap sub materi tersebut, lalu tulis dalam lembaran-lembaran kertas.
3.      Siapkan beberapa lembar kertas plano untuk menempelkan lembaran-lembaran kertas.
4.      Siapkan kertas HVS secukupnya untuk menuliskan hasil kerjakelompok.(http://s4iful4min.blogspot.com/2011/02/metode-make-match-tujuan-persiapan-dan.html




C.    PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MACH DALAM MATERI BILANGAN BULAT

A.    Operasi Hitung Pada Bilangan Bulat
Bilangan bulat merupakan kumpulan bilangan negatif, nol dan bilangan positif. Bilangan bulat di tulis ; ..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...
1.      Penjumlahan dan sifat-sifatnya.
1.1  Metode penjumlahan
Penjumlahan pada himpunan bilangan bulat dapat dilakukan dengan beberapa alat peraga, yaitu dengan mistar sederhana, bola buatan, dan garis bilangan.
1.2  Invers jumlah atau lawan suatu bilangan
Bilangan-bilangan pada garis bilangan untuk bilangan bulat dapat diatur berpasanngan sehingga simetris dengan nol. Simetris disini berarti untuk setiap pasangan bilangan, kedua titik yang mewakili bilangan itu terletak pada jarak yang sama dari titik nol, tetapi berlawanan arah.
Suatu bilangan terdiri dari bilangan positif dan bilangan negatif yang saling berlawanan arah. Misalkan pasangan bilangan bulat 2 dengan -2 yang mempunyai jarak yang sama dan saling berlawanan arah dari titik nol.










Secara umum dapat dituliskan :



Rounded Rectangle: Lawan (invers jumlah) dari bilangan a adalah (-a)
Lawan (invers jumlah) dari bilangan (-a) adalah a
 




Jika kita ingin melakukan operasi penjumlahan pada pasangan bilangan bulat di atas maka akan di dapat:
-5 + 5 = 0
7 + (-7) = 0
Ternyata penjumlahan sembarang bilangan bulat dengan lawannya selalu menghasilkan bilangan nol, sehingga dapat disimpulkan:



Rounded Rectangle: Lawan dari bilangan bulat a adalah (-a) dan berlaku:
a + (-a) = (-a) + a = 0
 




1.3  Sifat-sifat penjumlahan pada himpunan bilangan bulat
a.       Sifat tertutup
Perhatikan contoh-contoh berikut ini:
1.      8 + (-3) = 5           8 bilangan bulat, (-3) bilangan bulat, dan ternyata 8 + (-3) = 5 juga bilangan bulat
2.      (-3) + 7 = 4             (-3) bilangan bulat, 7 bilangan bulat dan ternyata (-3) + 7 = 4 juga bilangan bulat
3.      (-6) + (-9) = -15            (-6) bilangan bulat, (-9) bilangan bulat  dan ternyata (-6) + (-9) = -15 juga bilangan bulat.






Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat di simpulkan :


Rounded Rectangle: Sembarang bilangan bulat jika di jumlahkan menghasilkan bilangan bulat juga. Dalam hal ini penjulahan bilangan bulat dikatakan memenuhi sifat tertutup.
 




b.      Sifat komutatif
Perhatikan contoh-contoh berikut ini:
1.      (-5) + 6 = 1
6 + (-5) = 1
Ternyata (-5) + 6 = 6 + (-5)
2.      (-8) + (-6) = -14
(-6) + (-8) = -14
Ternyata (-8) + (-6) = (-6) + (-8)
Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan:


Rounded Rectangle: Untuk sembarang bilangan bulat a dan b selalu berlaku :
a + b = b + a
sifat ini di sebut sifat komutatif penjumlahan.
 






c.       Sifat asosiatif
Perhatikan contoh-contoh berikut:
1.      (-3 + 6) + 8 = 3 + 8 = 11
(-3) + (6 + 8) = -3 + 14 = 11
2. [-6 + (-3)] + 12 = -9 + 12 = 3
-6 + [(-3) + 12] = -6 + 9 = 3



Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat di simpulkan:
Rounded Rectangle: Untuk sembarang bilangan bulat a, b, dan c selalu berlaku:
(a + b) +c = a + (b + c)
Sifat ini di sebut sifat asosiatif penjumlahan.
 





d.      Penjumlahan dengan bilangan nol
Perhatikan contoh-contoh berikut:
1.      10 + 0 = 10
2.      0 + 12 = 12
3.      (-7) + 0 = -7
Ternyata penjumlahan  bilangan bulat dengan nol menghasilkan bilangan itu sendiri.
Berdasarkan contoh di atas, dapat di simpulkan:



Rounded Rectangle: Untuk sembarang bilangan bulat a selalu berlaku:
a + 0 = 0 + a = a
0 di sebut unsur identitas  pada operasi penjumlahan
 






2. Pengurangan dan sifat-sifatnya
2.1 Metode pengurangan
   Seperti halnya pada penjumlahan pada biangan bulat, operasi bilangan bulat pada pengurangan dapat juga dilakukan dengan peraga mistar, bola bermuatan dan garis bilangan.
2.2 Sifat tertutup
   Perhatikan operasi pengurangan pada bilangan bulat di bawah ini:
1.      7 – 12 = -5           7 bilangan bulat, 12 bilangan bulat, dan ternyata 7 - 12 = -5 juga bilangan bulat
2.      -5 – 12 = -17         -5  bilangan bulat, -12  bilangan bulat dan ternyata -5 – 12 = -17 juga bilangan bulat
3.      -3 – (-11) = -3 + 11 = 8             -3 bilangan bulat, -11 bilangan bulat  dan ternyata -3 – (-11) = 8 juga bilangan bulat
Berdasarkan contoh-contoh di atas dapat disimpulkan:


Rounded Rectangle: Pengurangan bilangan bulat selalu menghasilkan bilangan bulat, berarti operasi pengurangan pada bilangan bulat bersifat tertutup.
 






Perhatikan kembali operasi pengurangan pada bilangan cacah berikut ini:
1.    7 – 12 = -5         7 bilangan cacah, 12 bilangan cacah dan ternyata 7 – 12 = -5 bukan bilangan cacah.
2.    2- 10 = -8           2 bilangan cacah, 10 bilangan cacah dda ternyata 2 – 10  = -8 bukan bilangan cacah.


Hal ini berarti operasi pengurangan pada bilangan cacah tidak bersifat tertutup atau bersifat tidak tertutup.(Sukino dan Wilson simangungsong, 2007, hal 9-17)

D.    KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH

Setiap metode yang digunakan oleh seorang guru tentunya tidak selamanya baik. Dalam metode apaun sudah pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitu pun dengan moetode make a match ini. Metode ini memiliki beberapa keunggulan dibandingkan metode yang lainnya.
Keunggulan pembelajaran model  Make A Match, antara lain:
1.      Siswa berpartisipasi lebih aktif dan menyenangkan dalam pembelajaran.
2.      Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan komprehensif.
3.      Siswa dengan kemampuan matematika rendah dapat merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri.
4.      Siswa secara intrinsik dapat memberikan bukti dan penjelasan.
5.      Siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan.
6.      Materi pembelajaran yang disampaikan lebih menarik perhatian siswa.
Di samping keunggulan yang dirasakan oleh siswa, pembelajaran kooperatif metode make a match berdasarkan temuan di lapangan mempunyai sedikit kelemahan yaitu:
1.    Diperlukan bimbingan dari guru untuk melakukan kegiatan
2.    Waktu yang tersedia perlu dibatasi jangan sampai siswa terlalu banyak bermain-main dalam proses pembelajaran.
3.    Guru perlu persiapan bahan dan alat yang memadai
Dari perspektif di atas, model Make A Match menjanjikan suatu kesempatan kepada siswa untuk menginvestigasi berbagai strategi dan cara yang diyakininya sesuai dengan kemampuan mengelaborasi permasalahan. Tujuannya tidak lain adalah agar kemampuan berpikir matematika siswa dapat berkembang secara maksimal. Inilah yang menjadi pokok pikiran pembelajaran dengan model Make A Match, yaitu pembelajaran yang membangun kegiatan interaktif antara matematika dan siswa sehingga mengundang siswa untuk menjawab permasalahan melalui berbagai strategi.









BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Metode make a match atau mencari pasangan ini merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan kepada siswa. Penerapan metode ini dimulai dari teknik yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Model pembelajaran ini dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran, siswa dituntut aktif agar dapat menerima materi yang disampaikan dengan baik dan lebih mudah dalam memahami materi tersebut. Namun di sisi lain model ini dapat menjadi kurang efektif jika guru kurang dapat mengendalikan kelasnya sehingga kelas dapat berubah seperti pasar.
Saran                                
  Model pembelajaran ini dapat dijadikan suatu alternate oleh guru agar pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa serta dapat memberikan variasi bagi siswa agar tidak bosan.

0 komentar:

Posting Komentar