Selasa, 25 Oktober 2016

METODE PEMBELAJARAN METODE DEMONSTRASI


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Untuk melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, seorang guru harus mengetahui dan memahami berbagai macam sifat dan karakter peserta didik untuk mempermudah dalam proses kegiatan Belajar Mengajar ( PKBM ) baik pengunaan metode, media maupun alat peraga.
Seorang pendidik juga harus menyadari bahwa pendidikan sebagai asaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar secara aktif dan kreatif, cerdas serta menanamkan pada diri sifat beriman dan bertaqwa, sebagaimana tertuang dalam fungsi dari tujuan pendidikan nasional bahwa “ Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dan bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Namun demikian dalam upaya menghasilkan pendidikan dan sumber daya yang bermutu masih banyak kendala yang harus dihadapi di berbagai macam jenjang pendidikan daam proses belajar mengajar.
Pasti sudah tidak asing lagi dengan model pembelajaran Demonstrasi, bahkan mungkin sudah menerapkannya berkali-kali sehingga sudah benar-benar menguasai. Demikian harapan saya. Namun di sini sebagai sekedar penambah informasi tetap saya sampaikan. Model Pembelajaran Demonstrasi diperlukan pada khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan. Pembelajaran ini  berhubungan dengan ketrampilan proses yang  diperagakan agar pembelajaran bermakna lebih mendalam.
Penggunaan metode yang tepat akan turut menentukan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Penggunaan metode yang bervariasi akan sangat membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Maka dari itu, metode pembelajaran harus dipilih dan dikembangkan untuk meningkatkan aktifitas dan kreatifitas peserta didik. Salah satunya adalah menggunakan metode Demonstrasi.
Maka dari itu, metod demonstrasi memegang peranan penting baik dalam pelajaran sains maupun dalam banyak disiplin ilmu lainnya, terutama agar pembelajaran berjalan dengan fleksibel.

B.    RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas,saya merumuskan beberapa masalah yang berkaitan dengan metode demonstrasi.
1.    Apakah Pengertian metode demonstrasi?
2.    Apa sajakah Prinsip Metode Demonstrasi?
3.    Bagaimana Langkah-langkah Menggunakan Metode Demonstrasi ?
4.    Apa Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi?
5.    Bagaimana Aplikasi Pada Pembelajaran Matematika Sekolah?
6.    Bagaimana Merencanakan suatu demonstrasi yang efektif?
7.    Apa saja Batasan-Batasan Kemungkinan Dalam Menggunakan Metode Demonstrasi.?
8.    Apa saja Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi?

C.    Tujuan
1.    Untuk memahami pengertian metode demonstrasi.
2.    Agar menyadari benar, tujuan dan manfaat penggunaan metode demonstrasi.
3.    Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari metode demonstrasi.
4.    Agar dapat mengetahui secara umum langkah-langkah dalam metode demonstrasi.
BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian metode demonstrasi
Dalam proses belajar mengajar di sekolah khususnya dan lembaga-lembaga pendidikan umumnya terdapat banyak sekali metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran baik pelajaran matematika maupun pelajaran lainnya, sehingga tujuan pembelajaran yang ditetapkan dapat tercapai.
Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar.metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukan kepada siswa tentang suatu proses,situasi,atau benda tertentu,baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.
Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri. Metode demonstrasi sejenis dengan metode ceramah dan metode ekspositori. Kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru atau guru mendominasi kegiatan belajar mengajar. Tetapi pada metode demonstrasi aktivitas siswa lebih banyak lagi dilibatkan. Dengan demikian, dominasi guru lebih berkurang lagi.
Pendapat Para Ahli tentang Metode Demonstrasi Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:133) Metode demonstrasi diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan menggunakan dan mempertunjukan kepada peserta didik suatu proses,situasi atau benda tertentu yang sedang di pelajari baik baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan. Sebagai metode enyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Metode demonstrasi dipergunakan untuk mengembangkan suatu pengertian, mengemukakan masalah, penggunaan prinsip, pengujian kebenaran secara teoritis dan memperkuat suatu pengertian.
Menurut Hamdani (2011:269),metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukan cara kerja suatu benda. Sanjaya(2011:152), juga berpendapat bahwa metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Menurut Permana(2011:17), metode demonstrasi adalah cata penyajian pelajaran dengan memperagakan secara langsung proses terjadinya sesuatu yang disertai dengan penjelasan lisan. Sedangkan menurut Ahmad dan Prasetya(19997:62), metode demonstrasi adalah metode mengajar dimana guru orang lain yang sengaja diminta atau murid sendiri memperlihatkan kepada seluruh kelas suatu proses.
Dari beberapa definisi di atas di ambil kesimpulan bahwa metode pembelajaran demonstrasi adalah cara penyajian materi dengan memperagakan dan mempertunjukan secara langsung kepada siswa melalui media yang disertai penjelasan lisan. Dengan demikian siswa akan lebih mengerti tentang apa yang sedang dipelajari.
Tujuan Mengunakan Metode Demonstrasi: Mengajarkan proses atau prosedur, Mengkongkritkan informasi, Pengembangan kemampuan melihat melalaui pengamatan. Hal-hal yang perlu diperhatikan guru sebelum dan pada waktu mengadakan demonstrasi: Demonstrasi itu dicoba terlebih dahulu. Tujuan demonstrasi ditentukan terlebih dahulu. Usahakan demonstrasi dapat dilihat oleh peserta didik. Alat yang digunakan sederhana. Demonstrasi dilaksanakan berdasarkan tujuan. Langkah-langkah pembelajaran dengan metode demonstrasi:Perencanaan Pelaksanaannya.
Ciri khas metode demonstrasi tampak dari adanya penonjolan mengenai suatu kemampuan, misalnya kempuan guru membuktikan teorema, menurunkan rumus, atau memecahkan soal cerita. Sedangkan yang berhubungan dengan penggunaan alat, misalnya pemakaian sepasang segitiga untuk menggambarkan dua garis sejajar atau saling tegak lurus, jangka, dan segitiga untuk membuat lukisan-lukisan geometri, penggunaan daftar, mistar hitung atau kalkulator untuk melakukan perhitungan.





B.    Prinsip Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi cara untuk menunjukan metode tertentu. Tujuan metode demonstrasi adalah untuk pengamatan alat dan bahan pertanyaan dalam diskusi, metode demonstrasi merupakan cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan,yang sering disertai dengan penjelasan lisan.(Sardiman N.dkk,1988:133).
Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperlihatkan apa yang diperlihatkan selama pelajaran berlangsung.
Metode demonstrasi baik digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakan komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu.
Metode demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih kongkrit walaupun dalam prosesnya strategi pembelajaran demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori.


C.    Langkah-langkah Menggunakan Metode Demonstrasi
a.       Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan.
1.    Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
2.    Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
3.    Lakukan uji coba demonstrasi.
b.      Tahap Pelaksanaan
Langkah pembukaan.
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya.
1.    Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
2.    Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
3.    Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
Langkah pelaksanaan demonstrasi
1.    Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
2.    Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
3.    Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
4.    Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Dan juga dapat diakhiri dengan kegiatan diskusi. Dalam diskusi ini dapat diberikan atau diminta komentar, kritik, saran, atau penjelasan yang berhubungan dengan demonstrasi yang dilakukan. Diskusi ini penting, terutama jika demonstrasi dilakukan oleh siswa. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.



Secara singkat dapat di gambarkan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
2.    Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan.
3.    Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan.
4.    Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
5.    Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya.
6.    Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.
7.    Guru dan siswa membuat suatu kesimpulan.
8.    Penutup.

Adapun langkah-langkah penerapan metode demonstrasi pada pokok bahasan bangun datar sebagai berikut:
1.    Melalui demonstrasi melipat dan menggunting kertas, guru dan siswa dapat menentukan pengertian bangun datar.
2.    Melalui demonstrasi melipat dan menggunting kertas, guru dan siswa dapat menentukan sudut-sudut pada jajargenjang.
3.    Melaui demonstrasi melipat dan mengunting kertas, guru dan siswa dapat menentukan rumus luas dan keliling pada jajar genjang, belah ketupat, trapesium, layang-layang.
4.    Melaui demonstrasi melipat dan menggunting kertas, guru dan siswa dapat menentukan sifat-sifat pada jajar genjang, belah ketupat, trapesium, dan layang-layang.






D.    Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi
Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:
1.    Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
2.    Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
3.    Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.
4.    Demonstrasi memiliki kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional.
5.    Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda.
6.    Memudahkan berbagai jenis penjelasan.
7.    Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengalaman dan contoh konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
8.    Perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal-hal yang diangggap penting oleh pengajar sehingga siswa dapat menangkap hal-hal yang penting. Perhatian siswa lebih mudah dipusatkan kepada proses belajar, dan tidak tertuju kepada hal lain.
9.    Dapat mengurangi kesalahan-kesalahan bila di bandingkan dengan hanya membaca atau mendengarkan keterangan guru. Sebab siswa memeperoleh persepsi yang jelas dari hasil pengamatannya.
10.    Bila siswa turut aktif melakukan demonstrasi, maka siswa akan memperoleh pengalaman praktek untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan.
11.    Beberapa masalah yang menimbulkan pertanyaan siswa akan dapat dijawab waktu mengamati proses demonstrasi.



Di samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, di antarannya:
1.    Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapatmemakan waktu yang banyak.
2.    Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
3.    Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.
4.    Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan
5.    Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
6.    Sukar dimengerti apabila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan . (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).



F.     Merencanakan suatu demonstrasi yang efektif
Agar tercipta suatu demonstras yang efektif dalam melaksanakan metode demonstrasi diperlukan suatu rencana, diantaranya yaitu:
a)    Rumusankan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.
b)    Pertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode iyu wajardipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
c)    Apakah alat-alat yang diperlikan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan apakah sudah dicoba terlebih dahulu, supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal.
d)    Apakah jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas.
e)    Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan,sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
f)    Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan. Apakah tersedia waktuuntuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
g)    Selama demonstrasi berlangsung, tanyalah kepada diri sendiri apakah:
•    Keterangan-keterangan dapat didengar jelas oleh siswa.
•    Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas.
•    Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya.
h)    Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakn diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa mencoba melakukan demonstrasi.



G.    Batasan-Batasan Kemungkinan Dalam Menggunakan Metode Demonstrasi.
Metode demonstrasi digunakan agar mempermudah siswa lebih mengerti kepada suatu sub bahasan tertentu dengan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan. Dengan metode demonstrasi siswa dapat menyimpulkan dari proses demonstrasi tersebut. Namaun tidak semuanya bisa di demonstrasikan, apabila dengan demonstrasi siswa bahkan menjadi lebih bingungdan tidak mengerti, maka sebaiknya demonstrasi tidak dilakukan atau digunakan.oleh karena itu diperlukannya batasan-batasan kemungkinan dalam menggunakan demonstrasi, di antaranya:
a)    Demonstrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat atau benda yang didemonstrasikan tidak dapat diamati dengan jelas oleh siswa. Misalnya alat itu terlalu kecil atau penjelasannya tidak terang.
b)    Demonstrasi tidak efektif bila tidak diikuti kegiatan yang memungkinkan siswa ikut mencoba, yang merupakan pengalaman yang berharga bagi siswa.
c)    Kadang-kadang suatu demonstrasi menjadi kurang bermakna bila tidak dilakukan di tempat yang sebenarnya.


H.    Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi yaitu sebagai berikut:
a.      perhatian siswa dapat lebih difokuskan
b.      proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c.       Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)



BAB III PENUTUP

KESIMPULAN
kesimpulan bahwa metode pembelajaran demonstrasi adalah cara penyajian materi dengan memperagakan dan mempertunjukan secara langsung kepada siswa melalui media yang disertai penjelasan lisan. Dengan demikian siswa akan lebih mengerti tentang apa yang sedang dipelajari.
Ciri khas metode demonstrasi tampak dari adanya penonjolan mengenai suatu kemampuan, misalnya kempuan guru membuktikan teorema, menurunkan rumus, atau memecahkan soal cerita. Sedangkan yang berhubungan dengan penggunaan alat, misalnya pemakaian sepasang segitiga untuk menggambarkan dua garis sejajar atau saling tegak lurus, jangka, dan segitiga untuk membuat lukisan-lukisan geometri, penggunaan daftar, mistar hitung atau kalkulator untuk melakukan perhitungan.
Metode demonstrasi cara untuk menunjukan metode tertentu. Tujuan metode demonstrasi adalah untuk pengamatan alat dan bahan pertanyaan dalam diskusi, metode demonstrasi merupakan cara penyajian bahan pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan,yang sering disertai dengan penjelasan lisan.
langkah-langkah metode demonstrasi sebagai berikut:
•    Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
•    Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan.
•    Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan.
•    Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
•    Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya.
•    Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan.
•    Guru dan siswa membuat suatu kesimpulan.
•    Penutup.


DAFTAR PUSTAKA


Ahmad dan Prasetya,1997.Metode Belajar. Surabaya:Usaha Umum.
Andayani, dkk (2009). Materi Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta :
Universitas Terbuka.
Daradjat,1985. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung: Rosdakarya.
Hamdani,2011. Membaca 2. Jakarta : Universitas Terbuka.
Mulyani Sumantri dan Johar Permana ,2001.Menjadi Guru Profesional. Bandung: Rosda.
M.Ngalim Prwanto,1984.Teknik Belajar Mengajar . Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Permana,2011. Psikologi Pendidikan.Jakarta:Yrama Widya.
Sanjaya,2011. Cara Belajar Mengajar.Jakarta:Rieka Cipta
Sardiman N.dkk,1988. Diktatik Metodik Pendidikan Umum. Surabaya: Usaha Umum
Sriyono, dkk. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta
Syaiful Bahri Djamarah, 2000.model-model pembelajaran.Bandung:Rosda karya.
Tim Redaksi Nuansa Aulia.2008.Sistem Pendidikan Nasional.Bandung :
Nuansa Aulia
Yamin, Martinis. 2008. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press.
http://model-model.p4tkmatematika.org/2010/02/saran-tips-penerapan-pembelajaran-metode-demonstrasi/





0 komentar:

Posting Komentar